/
Senin, 26 Desember 2022 | 16:44 WIB
Anies Baswedan membahas safari politik, endorse calon presiden, sampai hubungannya dengan Presiden Joko Widodo di program Jujur-Jujuran (Rumah KD). (YouTube/Official NET News)

Mulai merenggangnya hubungan antara Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpotensi menguntungkan Anies Baswedan

Pasalnya, ada kemungkinan PKB bakal merapat ke Partai NasDem jika koalisi mereka dengan Gerindra Bubar.

Diketahui hingga saat ini, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang santer akan berduet dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto hingga kini belum deklarasi.

"PKB bakal join Nasdem? Mungkin ini karena Gerindra gantung Cak Imin jadi Cawapres," kata pengamat politik Hendri Satrio dikutip dari akun Twitter miliknya, Senin (26/12/2022).

Jika benar PKB bergabung dengan Nasdem, pria yang akrab disapa Hensat mengingatkan PKS dan Partai Demokrat. Sebab dengan Nasdem dan PKB saja, keduanya sudah bisa mengusung jagoan di Pilpres 2024.

Menurutnya, jika hal ini terjadi, makan deklarasi untuk mengusung Anies Baswedan tidak dapat ditunda-tunda lagi.

"Wah Demokrat, PKS mesti deklarasi Anies juga nih, sebab Nasdem-PKB beres, Nasdem+PKB tu 117 kursi padahal minimal cuma 115 kursi buat dapet boarding pass. Koalisi Perubahan isinya 4 partai?," ungkap Hensat.

Sejauh ini, rencana pembentukan Koalisi Perubahan antara Nasdem, PKS dan Demokrat masih dalam pembahasan. Ketiga partai itu masih belum final menentukan wakil pendamping Anies Baswedan.

Baca Juga: Prediksi Skor Brunei Darussalam vs Indonesia, Mampukah Timnas Garuda Raih Kemenangan?

Load More