/
Selasa, 27 Desember 2022 | 09:13 WIB
Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) foto bersama usai bertemu, Jumat (7/10/2022). [ANTARA]

Langkah Partai NasDem yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden berimbas pada efek ekor jas atau coattail effect bagi partai yang dipimpin Surya Paloh itu.

Hal tersebut kemudian diapresiasi Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani. Menurutnya, efek ekor jas dalam sebuah koalisi merupakan bonus yang didapatkan dalam menghadapi kontestasi nasional.

"Keduanya (Anies dan AHY) juga adalah pasangan yang paling memungkinkan dan paling tinggi probabilitas kemenangannya menghadapi figur-figur yang di-endorse Pak Jokowi," kata Kamhar dikutip dari wartaekonomi.co.id (Jaringan Suara.com), Selasa (27/12/2022).

"Menurut kami ini yang mendasar dan terpenting, efek ekor jas menjadi bonus jika kemudian didapatkan," imbuhnya.

Kata Kamhar, Demokrat terus mendorong Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maju mendampingi Anies. Keduanya dianggap sebagai sosok yang memperjuangkan aspirasi rakyat.

"Ikhtiar yang terus dilakukan untuk terwujudnya Koalisi Perubahan sebagai kristalisasi aspirasi rakyat yang selama ini diserap dan memperjuangkan kader utama Partai Demokrat Mas Ketum AHY untuk berpasangan dengan Mas Anies," ujar Kamhar.

Menurutnya, sosok Anies dan AHY merupakan figur pasangan paling pas dan merepresentasikan perubahan.

"Selain sebagai penegasan figur pasangan yang paling pas merepresentasikan ide perubahan dan perbaikan sesuai aspirasi rakyat," sambungnya.

Meski demikian, Partai Demokrat dan NasDem belum mendeklarasikan kerjasama politik yang nantinya disebut sebagai Koalisi Perubahan.

Baca Juga: Anies Baswedan Ditolak Datang ke Solo Padahal Cuma Mau Undangan, Tatak Ujiyati: Benar-benar Absurd!

Kata Kamhar, Partai Demokrat menginginkan, deklarasi koalisi berbarengan dengan pengumuman calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

"Partai Demokrat menghendaki agar deklarasi nanti sepasang capres dan cawapres," kata Kamhar.

Diketahui, menurut survei Indopol elektabilitas Partai NasDem meningkat 5,20 persen, setelah sebulan lebih mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024. 

Direktur Eksekutif Indopol Survey Ratno Sulistiyanto mengatakan, dalam survei ini PDIP memiliki elektabilitas 17,89 persen.

Diikuti Gerindra (12,93 persen), NasDem (9,02 persen), Golkar (7,32 persen), PKB (5,45 persen), Demokrat (5,20 persen), PKS (3,90 persen), PAN (1,46 persen), Partai Baru (1,38 persen), PPP (1,06 persen). Sisanya di bawah 1 persen.

"Dinamika ini juga wajar, partai lain juga dapat efek elektoral ketika sudah melakukan momentum politik, yakni deklarasi capres seperti PDIP, Golkar, dan Gerindra," kata Ratno, dalam siaran persnya, Senin (28/11/2022).

Load More