Suara.com - Pemilihan Presiden masih berlangsung dua tahun lagi, tetapi sudah ada beberapa nama yang digadang-gadang menjadi kandidat. Beberapa nama yang elektabilitasnya terus meroket seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.
Elektabilitas yang tinggi ini seolah membuat poros koalisi hanya berpusat di ketiga nama itu sedangkan nama-nama lain dianggap kurang mampu bersaing.
Meski begitu, politikus Partai Golkar Maman Abdurrahman mengaku tidak khawatir melihat sejumlah tokoh dengan elektabilitas tinggi tersebut. Menurutnya mereka tidak akan serta-merta menjadi penerus Presiden Joko Widodo tahun 2024 mendatang.
Dikutip dari WartaEkonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Maman mengingatkan ada beberapa faktor penting lain yang menjadi syarat pencalonan, seperti dukungan partai.
"Jadi, sekarang mau bilang Ganjar Pranowo surveinya 100 persen, Anies 1.000 persen, Prabowo 500 persen, kalau enggak ada dukungan partai, bagaimana?" ucap Maman di Hotel Cipta Pancoran, Jakarta Selatan, dikutip pada Senin (26/12/2022).
Hasil survei, menurut Maman, menggambarkan persepsi publik dan merupakan salah satu referensi. Namun ada faktor penting lain yang menjadi pegangan Partai Golkar dalam mengusung calon, yakni dukungan partai.
"Selesai. Enggak kurang, enggak lebih," tegasnya.
Kendati demikian, elektabilitas tokoh hasil survei sejumlah lembaga tersebut tetap harus dihargai serta dihormati. Namun hal itu hanyalah syarat non-formal untuk memutuskan calon presiden.
Sementara ada syarat formal lain yang juga harus dipertimbangkan, yaitu perihal presidential threshold 20 persen.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Diklaim Punya Suara 42,8 Persen, Megawati Soekarnoputri Tak Terpengaruh
"Jadi bagi kami, hasil survei terhadap ketua umum merupakan suatu proses dan dinamika berpolitik di Indonesia," terang Maman.
"Akan tetapi, belum tentu dan tidak bisa dijadikan sebagai rujukan saja dalam mengambil keputusan. Jadi, saya pikir sesederhana itu saja," pungkasnya.
Di sisi lain, survei elektabilitas memang masih menempatkan ketiga tokoh tersebut di posisi puncak. Bahkan belum lama ini diberitakan Ganjar mencapai tingkat elektabilitas 42 persen.
Meski begitu, Ganjar juga belum pasti mendapatkan tiket pencapresan, sebagaimana diperkirakan pengamat politik Rocky Gerung. Pasalnya PDIP dinilai tidak akan terpengaruh dengan survei elektabilitas dan mempunyai pertimbangan tersendiri untuk menentukan capres.
Tag
Berita Terkait
-
Nasib Cak Imin di Pilpres 2024 Digantung Gerindra, PKB akan Lompat ke NasDem?
-
Minta Restu Untuk 2024, Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup Dengan Belasan Kiai Sepuh Di Jatim
-
Pendukung Pilih Ganjar Pranowo, Golkar Kukuh Usung Airlangga Hartarto Meski: Survei Ketum Proses dan Dinamika Berpolitik
-
Anies Baswedan Ditolak Datang ke Solo Padahal Cuma Mau Undangan, Tatak Ujiyati: Benar-benar Absurd!
-
Nyelekit! Eks Ketum Ganjarist Ledek Anies Politisi Palugada: Rela LDR dengan 212 demi ke Rumah Doa
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Kejagung Bakal Pelajari Laporan Terkait Genosida Israel Terhadap Warga Palestina
-
Roy Suryo Ungkap Banyak Broker di Kasus Ijazah Jokowi, Ada Uang Haram di Balik Tawaran Damai?
-
Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi Dipastikan Asli, Polisi: Cetakan Lama Bank Indonesia
-
Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal
-
Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung
-
Kapolda Metro ke Anggota: Jangan Sakiti Hati Masyarakat, Satu Kesalahan Bisa Hapus Seluruh Prestasi!
-
Thomas Djiwandono Geser ke BI, Benarkah Juda Agung Jadi Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo?
-
Usut Kasus Korupsi Rumah Jabatan, KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Hari Ini