Sejumlah pedagang latto-latto langsung merasakan dampak dari sejumlah larangan yang dikeluaran pemerintah bagi anak sekolah terhadap mainan yang tengah digandrungi anak-anak itu.
Diketahui, sejumlah daerah melarang anak sekolah untuk membeli mainan tradisional itu. Ada pula pemerintah daerah yang hanya melarang penggunaannya di lingkungan sekolah selama jam pelajaran.
Kebijakan larangan itu diduga dipicu oleh adanya serang anak yang mengalami kebutaan saat bermain lato-lato.
Bahkan, sejumlah guru di Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Cianjur merampas mainan lato lato yang dibawa ke sekolah, selain mengancam keselamatan murid, juga mengganggu proses belajar mengajar karena berisik.
Sontak saja hal tersebut berdampak kepada para pedagang mainan Lato Lato, dalam sehari biasanya menjual 10 hingga 30 buah. Tapi sekarang hanya satu dua saja, karena takut celaka.
“Langsung sepi, beda dengan tiga hari lalu bisa menjual 30 Lato-lato dalam sehari, sekarang mah satu juga udah alhamdulillah,” keluh penjual mainan Lato Lato di Jalan Mangunsarkoro Cianjur, Kamis (12/1/2023) dikutip dari Ayobandung.com--jejaring Suara.com.
Tapi Dedi bersama pedagang lainnya pasrah saja, disaat ramai penjualan Lato Lato yang hasilnya bisa memenuhi kebutuhan anak dan istri.
“Menyayangkan sih ada larangan bermain Lato Lato, kalau kecelakaan mah udah takdir Allah, main sepeda juga bisa kecelakaan, tapi mau gimana, kita mah pasrah saja,” tuturnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Kabupaten Cianjur akan melarang murid-murid membawa mainan lato-lato ke sekolah.
Baca Juga: Tugas Setter dalam Permainan Bola Voli
Plt Kadis Disdikpora Cianjur Akib Ibrahim mengatakan, akan mensosialisasikan ke setiap kepala sekolah tentang larangan pembawaan mainan lato-lato ke sekolah.
"Kita kumpulkan para kepala sekolah untuk sosialisasi pelarangan siswa membawa lato-lato ke sekolah atau lingkungan sekolah," kata Akib Ibrahim.
Akib menilai, selai bahaya akan keselamatan murid-murid, lato lato akan berdampak kepada sistem pembelajaran.
"Karena berisik dan menganggu konsentrasi belajar," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Geopolitik Memanas, Indonesia Diam-Diam Jadi Rute Kabel Laut Yang Disayang Raksasa Teknologi Dunia
-
Proses Pembentukan Hujan dan Jenis-jenis Hujan
-
Cosmos Mini Digital Rice Cooker 0,3 L Cukup untuk Makan Berapa Orang?
-
Segini Tarif Menginap di The Stafford London, Hotel Mewah yang Lagi Viral
-
Gunung Ungaran Disiapkan Jadi PLTP, Potensi Panas Bumi Capai 55 MW
-
Ulasan The Book You Wish Your Parents Had Read: Belajar Menjadi Orang Tua dari Kesalahan Masa Lalu
-
Manggarai Waspada Mecet! Ada Peresmian LRT Jakarta, Warga Bisa Gunakan Jalur Alternatif Ini
-
Bolehkah Pelajar Tidak Ikut TKA? Ini Penjelasan Resmi BKPDM Kemendikdasmen
-
IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Investor Cermati Serok Saham Ini
-
Cara Membersihkan Kerak Gosong di Bagian Bawah Rice Cooker, Efektif Tanpa Merusak Pelat Pemanas