/
Rabu, 18 Januari 2023 | 13:11 WIB
Putri Candrawathi mencium tangan Ferdy Sambo (Antara)

Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Putri Candrawathi kembali membuat publik berontak. Mereka seakan tak rela salah satu terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) itu hanya dituntut delapan tahun penjara.

Sebelumnya Tim JPU menuntut Putri untuk menjalani hukuman pidana delapan tahun penjara dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Putri Candrawathi dengan pidana penjara selama delapan tahun," kata Jaksa Didi Aditya Rustanto saat membacakan tuntutan di hadapan Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso di PN Jakarta Selatan dikutip dari Antara.

Merespon tuntutan itu, beberapa pengguna Twitter pun buka suara. Mereka menganggap tuntutan itu tak adil.

"RIP @KejaksaanRI. Tuntutan 8 Tahun penjara buat Putri   Candrawati DALANG kasus PEMBUNUHAN, Pembuat KEKACAUAN di Masyarakat dan PENCORENG institusi Polri. Kasus menonjol yang harusnya Kejaksaaan berhati2 dalam ambil keputusan karena jelas kredibilitas institusi di pertaruhkan" tulis @kanjeng****.

Beberapa netizen juga berharap Majelis Hakim PN Jakarta Selatan bakal menjatuhkan vonis lebih tinggi dari tuntutan jaksa.

"putri candrawathi di tuntut 8 tahun???? apakah ada kemungkinan dari hakim nanti tntutannya lebih tinggi? kasihan ibu mendiang yosua ampe nangis krn ngerasa ga adil," tulis @ssef****.

Jaksa menyatakan terdakwa Putri Candrawathi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hal yang memberatkan tuntutan Putri Candrawathi adalah perbuatan menghilangkan nyawa korban Nofriansyah Yosua Hutabarat, sehingga menyebabkan duka yang mendalam bagi keluarga korban.

Baca Juga: Kronologi Kasus Korupsi Pengadaan Tanah di Pulo Gebang, KPK Geledah DPRD DKI

Selain itu, hal memberatkan lain dalam tuntutan itu ialah Putri dinilai berbelit-belit, tidak mengakui, dan tidak menyesali perbuatan-perbuatannya dalam memberikan keterangan di depan persidangan.

"Akibat perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan dan kegaduhan yang meluas di masyarakat," tambah jaksa.

Sementara itu, hal meringankan menurut jaksa ialah terdakwa Putri tidak pernah dihukum dan berlaku sopan di persidangan. Putri Candrawathi merupakan satu dari lima terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Empat terdakwa lainnya adalah Ricky Rizal, Ferdy Sambo, Richard Eliezer, dan Kuat Ma’ruf.

Kelima terdakwa tersebut didakwa melanggar Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam persidangan sebelumnya, Senin (16/1), Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf dituntut dengan hukuman serupa, yakni pidana penjara selama delapan tahun; sementara pada Selasa (17/1), Ferdy Sambo yang juga suami Putri dituntut hukuman pidana penjara seumur hidup.

Load More