/
Sabtu, 21 Januari 2023 | 08:03 WIB
Foto kolase komplotan serial killer Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin. ([Dok. Polisi])

Polisi menyebut untuk sementara ini ada sembilan korban serial killer (pembunuh berantai) yang dilakukan tiga tersangka yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin.

Dua orang yang diduga jadi korban pertama kasus pembunuhan berantai yaitu Siti dan Farida. Siti diketahui merupakan tenaga kerja wanita (TKW).

Hal tersebut didasari adanya momen Wowon yang menyuruh Noneng mendorong Siti ke laut di Surabaya. 

Noneng merupakan ibu mertua Wowon dari istrinya yang bernama Wiwin. Untuk diketahui, Wowon diduga memiliki enam istri.

Jasad Siti ditemukan warga kemudian jenazahnya dimakamkan di Garut. Sedangkan Farida dikuburkan di lubang yang berada di sekitar rumah tersangka di Cianjur.

Berdasarkan pengakuan tersangka Duloh, korban ketiga yakni Noneng. Pelaku pembunuhan Noneng yakni Duloh sendiri.

"Sebelum dibunuh si Duloh, si Noneng itu diantar oleh Wowon ke rumah Duloh," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Jumat (20/1/2023).

Korban selanjutnya yakni Wiwin, yang juga anak Noneng. Wowon sendiri yang membunuh Wiwin di hari yang sama dengan kematian Noneng. Jasad keduanya dikubur di lubang yang sama.

"Pada malam yang sama, Wiwin diantar oleh si Wowon ke rumah Duloh, lalu dieksekusi juga. Makanya dikubur dalam satu lubang," kata Trunoyudo.

Baca Juga: Wowon, Tersangka Pembunuh Berantai di Bekasi Diduga Punya 6 Istri, Tiga di Antaranya Jadi Korban Modus Supranatural

Korban kelima yakni Halimah, yang dibunuh oleh Duloh. Halimah saat itu berstatus sebagai istri dari Wowon. 

Jenazah Halimah kemudian dipulangkan ke keluarga di kampung halamannya di Cilicin dengan alasan meninggal karena sakit.

Setelah Halimah meninggal, Wowon kemudian menikahi Maemunah dan kemudian memiliki dua anak, yakni Bayu dan Neng Ayu. Maemunah sendiri merupakan anak dari Halimah.

Korban selanjutnya yaitu Bayu yang dibunuh Duloh di Cianjur. Jenazah Bayu kemudian dikuburkan di lubang samping rumah Wowon.

Pembunuhan selanjutnya berpindah ke Bantargebang, Bekasi, di mana tiga orang meninggal karena diracun dan dicekik yakni Maemunah, Ridwan Abdul Muiz, dan Riswandi. 

Sementara satu korban lainnya yaitu Neng Ayu selamat dan menjalani perawatan.

Sebelumnya, dalam konferensi pers Kamis (19/1/2023), Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut kasus pembunuhan ini adalah serial killer yang dikemas supranatural dengan janji membuat menjadi kaya.

"Mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau biasa disebut serial killer dengan motif janji-janji yang dikemas supranatural untuk membuat orang menjadi sukses atau kaya," ucap Fadil.

Fadil menjelaskan Wowon cs melakukan pembunuhan kepada para korban karena dianggap berbahaya setelah mengetahui praktik kejahatan tersebut.

Load More