Sebuah video dengan narasi adanya peristiwa penculikan seorang siswi SD beredar di grup percakapan warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (4/2/2023) kemarin.
Disebutkan, penculikan itu terjadi di RT 15, Kecamatan Cineam. Dalam video, si perekam mengatakan terdapat barang milik korban yang hilang. Terlihat juga seorang anak perempuan yang disebut sebagai korban penculikan.
“Laporan kejadian penculikan dan ada kehilangan, untuk Kapolsek Cineam, kami perhatikan, barusan sekitar pagi-pagi di RT 15,” katan si perekam dalam video.
Selain itu, terlihat dalam video warga mengelilingi seorang anak perempuan. Pihak kepolisian dari Polsek Cineam pun melakukan pengecekan ke lapangan.
Kapolsek Cineam, AKP Dede Dermawan mengatakan, warga yang resah dengan beredarnya video isu percobaan penculikan anak dan pencurian melapor ke polisi.
“Tapi setelah kami konfirmasi dan kroscek ke lapangan, informasi tersebut tidak benar. Bahkan sudah kami lakukan klarifikasi, informasi di video itu hoax,” katanya dikutip dari Harapanrakyat.com--jejaring Suara.com, Sabtu (4/2/2023).
Dede menjelaskan, perekam video adalah ketua RT setempat bernama Kayat (50). Awalnya seorang anak perempuan kelas 6 SD mengaku pusing hingga hilang kesadaran.
Namun, setelah pihaknya dan Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan di TKP, petugas menemukan beberapa kejanggalan.
“Salah satunya, korban enggan menjalani pemeriksaan petugas medis Puskesmas Cineam,” jelasnya.
Baca Juga: Polemik Parkiran Kedai Bakmi di Jakpus Tutupi Perumahan Warga, PDIP Salahkan Respons Pemprov DKI
Setelah melakukan pendalaman, ternyata informasi penculikan dengan pencurian itu merupakan karangan anak tersebut dan Ia mengaku sebagai korban.
Diduga, anak tersebut mengaran cerita karena sudah mengambil uang orang tuanya yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Dede melanjutkan, saat ibunya memeriksa anak tersebut, benar saja di dalam celana tersimpan uang Rp 472.000.
“Akhirnya, sang anak pun mengakui telah berbohong pada orang tuanya karena membutuhkan uang,” lanjutnya.
Berdasarkan informasi, sang anak ini jadi bendahara perjalanan wisata di sekolahnya. Diduga uang untuk wisata itu terpakai, sehingga mencari pengganti dengan jalan pintas.
“Sepertinya uang kepakai dan dia nyari gantinya ambil uang orang tua. Saya juga gak habis pikir anak usia ini bisa seperti itu. Tapi nanti kita dalami lagi motif jelasnya,” ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Ada Apa di Balik Penyegelan Aset PT BBP? Konflik Tambang Emas Selatan Sukabumi Memuncak
-
Investasi yang Fokus Pada Keselamatan Kunci Efisiensi Operasional Armada Logistik
-
Gun Shy: Komedi Absurd Penuh Warna dari Antonio Banderas, Malam Ini di Trans TV
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk GoCar Prestige, Beserta Syarat Speknya
-
Crystal Palace Menang Telak 3-0, Oliver Glasner Puji Performa Fantastis Timnya
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Respons Pelatih Persija Usai Shayne Pattynama Dikritik Tajam Bung Binder