/
Minggu, 05 Februari 2023 | 14:24 WIB
ILUSTRASI garis polisi (Suara.com)

Sebuah video dengan narasi adanya peristiwa penculikan seorang siswi SD beredar di grup percakapan warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (4/2/2023) kemarin.

Disebutkan, penculikan itu terjadi di RT 15, Kecamatan Cineam. Dalam video, si perekam mengatakan terdapat barang milik korban yang hilang. Terlihat juga seorang anak perempuan yang disebut sebagai korban penculikan.

“Laporan kejadian penculikan dan ada kehilangan, untuk Kapolsek Cineam, kami perhatikan, barusan sekitar pagi-pagi di RT 15,” katan si perekam dalam video.

Selain itu, terlihat dalam video warga mengelilingi seorang anak perempuan. Pihak kepolisian dari Polsek Cineam pun melakukan pengecekan ke lapangan.

Kapolsek Cineam, AKP Dede Dermawan mengatakan, warga yang resah dengan beredarnya video isu percobaan penculikan anak dan pencurian melapor ke polisi.

“Tapi setelah kami konfirmasi dan kroscek ke lapangan, informasi tersebut tidak benar. Bahkan sudah kami lakukan klarifikasi, informasi di video itu hoax,” katanya dikutip dari Harapanrakyat.com--jejaring Suara.com, Sabtu (4/2/2023).

Dede menjelaskan, perekam video adalah ketua RT setempat bernama Kayat (50). Awalnya seorang anak perempuan kelas 6 SD mengaku pusing hingga hilang kesadaran. 

Namun, setelah pihaknya dan Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan di TKP, petugas menemukan beberapa kejanggalan.

“Salah satunya, korban enggan menjalani pemeriksaan petugas medis Puskesmas Cineam,” jelasnya.

Baca Juga: Polemik Parkiran Kedai Bakmi di Jakpus Tutupi Perumahan Warga, PDIP Salahkan Respons Pemprov DKI

Setelah melakukan pendalaman, ternyata informasi penculikan dengan pencurian itu merupakan karangan anak tersebut dan Ia mengaku sebagai korban.

Diduga, anak tersebut mengaran cerita karena sudah mengambil uang orang tuanya yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Dede melanjutkan, saat ibunya memeriksa anak tersebut, benar saja di dalam celana tersimpan uang Rp 472.000.

“Akhirnya, sang anak pun mengakui telah berbohong pada orang tuanya karena membutuhkan uang,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi, sang anak ini jadi bendahara perjalanan wisata di sekolahnya. Diduga uang untuk wisata itu terpakai, sehingga mencari pengganti dengan jalan pintas.

“Sepertinya uang kepakai dan dia nyari gantinya ambil uang orang tua. Saya juga gak habis pikir anak usia ini bisa seperti itu. Tapi nanti kita dalami lagi motif jelasnya,” ujarnya.

Selain itu, petugas kepolisian juga mengklarifikasi ketua RT 15, pembuat video hoax penculikan anak yang beredar dan meresahkan tersebut.

“Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena mengunggah video tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu," pungkasnya.

Load More