Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas menjelaskan, kaitan empat korban meninggal dunia akibat longsor Bogor.
Theo menyebutkan dua korban yang terakhir ditemukan adalah Yuli (65) dan bayi M. Yusuf (8 Bulan) merupakan anak dari Mustopa. Jenazah keduanya berhasil dievakuasi sehari setelah material longsor dikeruk menggunakan ekskavator bantuan dari PT KAI.
Sebelumnya, kehadiran ekskavator PP, Kamis (16/3) sore, telah menemukan dua korban sebelumnya atas nama Cucum (50) dan Azzam (5) dalam waktu lebih kurang dua jam. Namun demikian, membawa ekskavator ke lokasi longsor di bawah tebing penahan tanah (TPT) rel kereta api itu sempat mengalami kesulitan akses, karena terkendala gang sempit.
Ekskavator akhirnya bisa memasuki area longsor dengan cara menyusuri pinggir tebing rel kereta api.
Longsor tersebut terjadi pada Selasa (10/3) pukul 23.00 WIB, usai hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Dalam kejadian ini terdapat 17 orang korban, 11 orang di antaranya selamat dan enam orang meninggal dunia.
Theofilo menyampaikan dengan telah ditemukannya dua korban terakhir siang ini, maka proses evakuasi resmi telah berakhir. Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan penanganan setelah bencana oleh dinas dan instansi terkait.
"Kami sudah selesai, tinggal setelah ini penanganan pascabencana, berupa infrastruktur di area longsor, penanganan korban dan sebagainya oleh dinas terkait," kata dia.
Pemerintah Kota Bogor bersama DPRD setempat telah menyatakan Kampung Sirnasari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan sebagai zona hitam atau wilayah sangat rawan bencana.
Sebanyak 150 keluarga yang sebelumnya bermukim di wilayah tersebut telah direlokasi, sementara 15 keluarga lain, termasuk 17 korban yang menempati lima rumah di sana, adalah warga yang masih enggan untuk pindah hingga akhirnya terdampak longsor.
Baca Juga: Malam Ini Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Korban Longsor di Bogor
Dinas Sosial setempat telah membuka pengungsian bagi 81 orang warga di sekitar lokasi longsor ke SMPN 9 Kota Bogor. Direncanakan mereka akan mengungsi hingga Ahaf (19/3) dan selanjutnya diberi bantuan mengontrak rumah hingga mendapat relokasi dari pemerintah.
Pemerintah Kota Bogor berencana memindahkan warga yang berada di zona hitam bencana ke lahan aset pemerintah di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Sederet Kritik soal Proyek Utopis Bahasa Asing Prabowo Sejak SD, Beban Siswa hingga Anggaran
-
Yuk Nikmati Liburan Seru ke Pantai Selatan Yogyakarta Bareng PORTA
-
Gempa NTT: Warga Kepulauan Selayar Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Lihat Air Laut Surut Tiba-tiba
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Bukan Hanya di Lapangan, Ini Cara Komunitas Digital Rayakan 17-an
-
BNPB: Jauhi Pantai Pasca-Gempa Bumi NTT
-
Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati
-
BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!
-
Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere
-
Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun