News / Nasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:44 WIB
Ketua Umum mereka, Hercules Rosario de Marcal. (Suara.com/Ari)
Baca 10 detik
  • Pertandingan Persija melawan Persib batal digelar di SUGBK karena bentrokan jadwal dengan perayaan Milad GRIB Jaya.
  • GRIB Jaya akan menggelar acara di Istora Senayan pada 10 Mei 2026 dengan estimasi 15-20 ribu peserta.
  • Pihak berwenang memindahkan lokasi laga ke Samarinda demi menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Gelora Bung Karno.

Suara.com - Duel panas El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang awalnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dipastikan batal digelar di ibu kota.

Kabar ini sontak memicu reaksi tajam dari para suporter, yang menuding rencana perhelatan akbar ormas GRIB Jaya di Istora Senayan sebagai salah satu pemicu utamanya.

GRIB Jaya dijadwalkan menggelar perayaan Milad ke-15 pada Minggu (10/5/2026) mendatang. Waktu pelaksanaan yang berbarengan dengan jadwal pertandingan dua rival bebuyutan tersebut membuat izin keamanan menjadi pelik, hingga akhirnya laga harus dipindah.

Kepala Bidang Humas DPP GRIB Jaya, Marselinus Gual, mengonfirmasi bahwa agenda besar tersebut akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum mereka, Hercules Rosario de Marcal.

Tidak main-main, massa dalam jumlah besar dipastikan akan memenuhi kawasan Senayan.

"Estimasi pesertanya 15-20 ribu orang. Iya pasti akan dari seluruh Indonesia, wakil dari DPD-DPD," kata Marselinus saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).

Menanggapi tudingan bahwa organisasinya menjadi penghambat terselenggaranya laga kandang Persija, Marselinus mengaku telah memantau diskursus negatif yang berkembang di ruang publik.

Namun, ia menegaskan bahwa secara administratif, pihaknya telah menempuh prosedur yang benar.

Ia menekankan bahwa setiap elemen masyarakat memiliki hak yang sama untuk menggunakan fasilitas negara di kompleks Gelora Bung Karno, asalkan mengantongi izin resmi.

Baca Juga: Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta

"Istora itu kan milik umum. Setiap warga negara punya hak yang sama untuk menggunakan tempat itu, dan GRIB Jaya ini sudah jauh-jauh hari juga meminta izin untuk penggunaan itu," papar Marselinus.

Meski memahami kekecewaan mendalam The Jakmania karena tim kesayangannya harus terusir ke Samarinda, Marselinus meminta agar momen Milad GRIB Jaya tidak dipandang secara negatif.

Menurutnya, keputusan pemindahan lokasi pertandingan adalah ranah pihak berwenang berdasarkan pertimbangan keamanan.

Ia pun menutup pernyataan dengan ajakan untuk saling menghormati antar-kelompok massa.

"Kami juga pecinta bola, apalagi masyarakat Indonesia kan sangat mencintai bola gitu. Tapi saya yakin bahwa teman-teman Persija dan Persib juga menghormati GRIB, karena ini acara yang momentum, yang sangat tepat untuk merayakan milad," pungkasnya.

Load More