- Pertandingan Persija melawan Persib batal digelar di SUGBK karena bentrokan jadwal dengan perayaan Milad GRIB Jaya.
- GRIB Jaya akan menggelar acara di Istora Senayan pada 10 Mei 2026 dengan estimasi 15-20 ribu peserta.
- Pihak berwenang memindahkan lokasi laga ke Samarinda demi menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Gelora Bung Karno.
Suara.com - Duel panas El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung yang awalnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dipastikan batal digelar di ibu kota.
Kabar ini sontak memicu reaksi tajam dari para suporter, yang menuding rencana perhelatan akbar ormas GRIB Jaya di Istora Senayan sebagai salah satu pemicu utamanya.
GRIB Jaya dijadwalkan menggelar perayaan Milad ke-15 pada Minggu (10/5/2026) mendatang. Waktu pelaksanaan yang berbarengan dengan jadwal pertandingan dua rival bebuyutan tersebut membuat izin keamanan menjadi pelik, hingga akhirnya laga harus dipindah.
Kepala Bidang Humas DPP GRIB Jaya, Marselinus Gual, mengonfirmasi bahwa agenda besar tersebut akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum mereka, Hercules Rosario de Marcal.
Tidak main-main, massa dalam jumlah besar dipastikan akan memenuhi kawasan Senayan.
"Estimasi pesertanya 15-20 ribu orang. Iya pasti akan dari seluruh Indonesia, wakil dari DPD-DPD," kata Marselinus saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).
Menanggapi tudingan bahwa organisasinya menjadi penghambat terselenggaranya laga kandang Persija, Marselinus mengaku telah memantau diskursus negatif yang berkembang di ruang publik.
Namun, ia menegaskan bahwa secara administratif, pihaknya telah menempuh prosedur yang benar.
Ia menekankan bahwa setiap elemen masyarakat memiliki hak yang sama untuk menggunakan fasilitas negara di kompleks Gelora Bung Karno, asalkan mengantongi izin resmi.
Baca Juga: Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
"Istora itu kan milik umum. Setiap warga negara punya hak yang sama untuk menggunakan tempat itu, dan GRIB Jaya ini sudah jauh-jauh hari juga meminta izin untuk penggunaan itu," papar Marselinus.
Meski memahami kekecewaan mendalam The Jakmania karena tim kesayangannya harus terusir ke Samarinda, Marselinus meminta agar momen Milad GRIB Jaya tidak dipandang secara negatif.
Menurutnya, keputusan pemindahan lokasi pertandingan adalah ranah pihak berwenang berdasarkan pertimbangan keamanan.
Ia pun menutup pernyataan dengan ajakan untuk saling menghormati antar-kelompok massa.
"Kami juga pecinta bola, apalagi masyarakat Indonesia kan sangat mencintai bola gitu. Tapi saya yakin bahwa teman-teman Persija dan Persib juga menghormati GRIB, karena ini acara yang momentum, yang sangat tepat untuk merayakan milad," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh
-
Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi
-
Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi
-
Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga
-
Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!
-
Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi
-
Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik