Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lampung Reihana hari ini, Senin (8/5) memenuhi panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diklarifikasi terkait Laporan Harta Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya.
Mengutip dari laporan jurnalis Suara.com, wanita yang gemar flexing barang mewah di sosmed itu datang ke gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan sekitar pukul 08:12 WIB.
Reihana tak datang sendirian, ia didampingi seorang pria. Reihana tampak kenakan kemeja putih dan rok hitam. Ia juga mengenakan hijab putih dengan gaya khasnya menjulang tinggi.
Reihana juga kedapatan membawa tas putih dengan motif bunga. Saat ditanya awak media di gedung KPK, Reihana memilih bungkam.
Dia hanya menyebut dirinya dalam keadaan sehat. Saat menunggu di lobi gedung KPK, Reihana terlihat berupaya menutup wajahnya dengan majalah yang dibawanya.
Sebelumnya, KPK mengatakan bahwa memanggil Reihana untuk mengklarifikasi Laporan Harta Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya.
"Benar, KPK mengundang Kadinkes Provinsi Lampung untuk permintaan klarifikasi LHKPN di Gedung KPK hari ini," ujar Juru Bicara Pencegahan KPK, Ipi Maryati Kuding dikutip dari Suara.com
Reihana sebenarnya sudah dipanggil sejak pekan lalu. Namun dirinya tak kunjung hadir, sehingga jadwal pemanggilan dilakukan pekan ini.
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan mengatakan bahwa ada ketidakcocokan harta yang dilaporkan dengan gaya hidup Reihana.
Baca Juga: Kadinkes Lampung Reihana Tiba di KPK, Gubernur Arinal Masih Mau Bela?
"Iya hartanya (LHKPN) terlalu sedikit," ujar Pahala Nainggolan dalam wawancara, Kamis (20/4/2023).
Berita Terkait
-
Kadinkes Lampung Reihana Tiba di KPK, Gubernur Arinal Masih Mau Bela?
-
Penuhi Panggilan KPK, Kadinkes Lampung Reihana Ngumpet di Balik Majalah
-
Intip Lagi, Daftar Harta Kekayaan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi
-
Video Detik-detik Gubernur Lampung Dicuekin Menteri PUPR Viral
-
Proyek Jalan Rusak di Lampung Nilainya Rp 2,16 Triliun
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono