Suara.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana tiba di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (8/5/2023) pagi dalam rangka klarifikasi terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diajukan.
Reihana tiba sekitar pukul 08.12 WIB dengan mengenakan setelan baju putih, kerudung putih, dan rok hitam serta membawa tas berwarna putih.
Kepada awak media, ia mengatakan, kehadiran dirinya untuk melakukan klarifikasi. Sayangnya, ia tak terlalu banyak menjawab pertanyaan wartawan.
Sebagaimana disampaikan sebelumnya, kekayaan Reihana menuai sorotan publik lantaran LHKPN yang diajukan dinilai terlalu kecil oleh KPK.
Kekayaan Reihana yang dilaporkan nyaris tidak berubah selama lima tahun, yaitu Rp 2.608.250.000 dari tahun 2018 hingga 2020.
Pada LHKPN 2021, harta kekayaannya naik menjadi Rp 2.708.250.000 dan pada LHKPN 2022, harta kekayaannya bertambah Rp 15 juta menjadi Rp 2.715.000.000.
Sementara, di media sosial, Reihana kerap pamer kekayaan atau flexing berbagai barang mahal hingga viral dan panen kritik di media sosial.
Ia juga sempat dibela Gubernur Lampung terkait gaya hidupnya. Ia bahkan meminta awak media tidak terlalu menyorot gaya hidup pejabat.
"Tolong, kalau dia (Reihana) punya uang kan ditabung, bisalah tabungannya dibelanjakan," kata Arinal kala itu.
Baca Juga: KPK Akan Klarifikasi Soal LHKPN Kadinkes Lampung yang Janggal Hari Ini
Berita Terkait
-
KPK Akan Klarifikasi Soal LHKPN Kadinkes Lampung yang Janggal Hari Ini
-
Tiba di KPK Kadinkes Lampung Reihana akan Klarifikasi Soal Harta Kekayaannya
-
Deretan Tingkah 'Nyeleneh' Gubernur Lampung Kala Dampingi RI 1 Kunjungi Daerahnya
-
Penuhi Panggilan KPK, Kadinkes Lampung Reihana Ngumpet di Balik Majalah
-
Intip Lagi, Daftar Harta Kekayaan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim