Pengamat politik Adi Prayitno mengungkapkan bakal terjadi hura hara politik terdahsyat dalam sejarah politik Indonesia jika Anies Baswedan dan Prabowo Subianto berduet pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Hal ini diungkapkan oleh Adi saat ditanya peluang atau potensi terjadinya tsunami politik jika Anies Baswedan dan Prabowo Subianto berduet di Pilpres 2024.
“Ya bukan hanya tsunami mbak, ini akan menjadi huru hara politik yang paling dahsyat sepanjang sejarah politik,” kata Adi saat memberi jawaban kepada host seperti dikutip dari AyoBandung--jaringan Suara.com
Dijelaskan oleh Adi, bahwa duet keduanya itu masih mungkin saja tercipta. Analisis Adi, duet itu bisa terjadi apalagi jika mengingat Prabowo Subianto yang bersedia menjadi Menteri Pertahanan di Kabinet Presiden Jokowi saat ini.
“Ini kan mempertemukan, replika-replika politik tubuh oposisi yang sejak lama mengeras. Yaa kan prabowo ini kan baru 4 tahun, menjadi bagian dari kubu pemerintah,” jelasnya.
Adi menambahkan bukan tidak mungkin kubu Prabowo akan menjadi bagian dari oposisi pada Pilpres 2024 nanti.
“Tapi bukan tidak mungkin loh, Prabowo ini iman politiknya akan kembali ke khittohnya (menjadi oposisi),” jelasnya.
Berita Terkait
-
Perang Sengit Luhut vs Anies soal Subsidi Mobil Listrik: Tantang Datang ke Kantor!
-
Luhut Binsar Pandjaitan Tantang Pengkritik Program Subsidi Mobil Listrik, Anies Baswedan Berani Hadapi?
-
Transaksional Atau Naturalisasi? Disebut Jadi Dua Skema Sandiaga Uno Dekati PKS Agar Jadi Cawapres Anies
-
Jokowi Tak Pernah "Campuri" Langkah Prabowo di Pilpres 2024, Gerindra: Kita Pasti Keberatan Kalau Memang Dilakukan
-
Prabowo Butuh Logistik-Erick Butuh Kepastian, Duet Prabowo-Erick Dianggap Analis Memungkinkan untuk Pilpres 2024
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026