Komika Mamat Alkatiri bikin heboh lagi di sosial media. Komika kelahiran Pulau Ambon ini disebut-sebut ditangkap polisi.
Di laman Twitter, beredar video saat pria berjumlah tiga orang dan tampak kenakan seragam kepolisian menghampiri Mamat dan memintanya untuk ikut karena dianggap membuat materi yang frontal dan mengandung SARA.
Video ini diunggah salah satu pengguna Twitter membalas cuitan dari Arie Kriting. "Mamat Al Katiri kenapa lagi tuh?" tanya suami dari Indah Permatasari.
"Diciduk polisi bang soalnya materinya terlalu frontal, entah sedang dalam pengaruh apa ini," balas akun @awk*** disertai dengan video saat Mamat ditangkap.
"Kasus materi mengandung sara bang," sambung akun lainnya juga disertai dengan video saat Mamat ditangkap.
"Gimmick nya gak abis-abis wkwk," timpal akun lainnnya.
Video yang beredar ini diduga hanya gimmick dari Mamat Alkatiri. Sebelumnya, nama Mamat juga trending pasca unggah video 'penangkapan' komika Abdur Arsyad.
Dalam video yang diunggah Mamat, terlihat komika Abdur tengah turun dari panggung. Tak berselang lama, ia kemudian dirangkul oleh dua orang polisi.
Mamat di video tersebut juga sempat mengatakan kepada polisi agar menangkap Abdur. "Tangkap dia pak, tadi itu materinya brutal, provokatif," kata Mamat.
Baca Juga: Mamat Alkatiri Koar-koar Minta Abdur Dipenjara Seumur Hidup
Tak berselang lama sambil tersenyum, dua orang polisi tersebut merangkul Abdur dan membawa ke dalam tenda. Bagi netizen yang tidak mengerti konteks, mungkin dianggap video itu sebagai hal yang benar.
Apalagi Mamat dalam caption video itu juga menuliskan narasi soal sosok Abdur. Abdur kata Mamat di caption itu disebut sebagai orang yang pernah masuk penjara karena kasus penistaan agama dan ladang ganja.
"Sebagai info, abdur arsyad pernah ditangkap dan masuk penjara di Banda Aceh terkait kasus kepemilikan ladang ganja, juga penistaan agama ketika standup di depan warga Aceh. Namun hal ini ditutup rapat sehingga tidak terdeteksi oleh media media !" tulis Mamat saat itu.
Berita Terkait
-
Belum Juga Cerai dengan Virgoun, Inara Rusli Ngaku Sudah Ada yang Punya: Cepat Banget
-
Ancaman Penjara untuk yang Viralkan WNA Nakal di Bali, Netizen: Bela Martabat Negara Malah Dihukum Negara
-
Mbak Lala Kena Gunjingan Netizen Gegara Berani Cium Bibir Rayyanza: Dikasih Kebebasan Sama Bos
-
Meski Benci Arie Kriting, Nursyah Banggakan Cucunya Cakep: Ya Memang Indah Permatasari Darah Saya
-
Ayu Ting Ting Laris Manis Jual Baju Bekasnya di Rumah Malah Tuai Pro Kontra
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Menyaksikan Kemegahan Tembok Besar China di Tengah Teriknya Beijing
-
Komunikasi Instan Tanpa Bergantung Internet, Ini Alasan Radio Profesional Masih Dibutuhkan
-
Sempat Diburu KPK, Bupati Kuansing dan Sekda Akhirnya Serahkan Diri
-
PGE Lumut Balai Tanam Ribuan Pohon, Perkuat Kelestarian Hutan Penyangga Energi Panas Bumi
-
Putus Cinta Berujung Polisi, Keluarga Korban Serahkan Pemuda Palembang Diduga Sebar Foto Bugil
-
Herman Deru Cek Langsung Usaha Sultan Muda Sumsel, Sebut Hasilnya Mulai Terlihat
-
Paus 13 Meter Terdampar di Permukiman Warga Banyuasin, Sempat Rusak Rumah hingga Diikat
-
Sudah Bayar Parkir, Mobil Pengunjung PS Mall Palembang Tetap Dibobol, Laptop dan iPad Raib
-
Viral Dugaan Kepulan Asap di Pongkor Bogor, Ini Kata Polisi
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?