/
Kamis, 01 Juni 2023 | 11:15 WIB
Ilustrasi penculikan anak (pixabay.com)

Pasangan pria dan wanita jadi sasaran amuk warga karena dituding jadi pelaku penculikan anak di Sukabumi, Jawa Barat. Aksi amuk warga kepada pasangan ini terjadi di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu (31/5/2023).

Video pengeroyokan terhadap pasangan ini jadi viral di laman sosial media serta grup WA sejumlah warga Sukabumi, Jawa Barat. 

Mengutip dari Sukabumiupdate.com--jaringan Suara.com, pasangan itu kemudian diamankan di Polsek Cisaat, Sukabumi. 

Aksi amuk warga ini berawal dari munculnya isu penculikan anak di Kampung Cibatu Caringin RT 30/5, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Sukabumi. 

Saat itu ada seorang anak berusia 3 tahun sedang bermain di depan rumah. Anak laki-laki ini kemudian digendong dan dibawa pergi ke arah jalan raya oleh pria inisial K (31). 

Tiba di jalan raya, anak laki-laki itu dikenali oleh warga sekitar. Di saat bersamaan datang bibi anak ini. K kemudian sempat mempertahankan anak tersebut dan terjadi aksi tarik menarik dengan warga. 

Warga semakin banyak yang berdatangan hingga mengerumuni pria dan wanita tersebut. Hingga akhirnya aksi amuk warga terjadi. 

Sementara itu menurut ketua RT 31 Kampung Cibatu, Eman yang juga kakek dari anak laki-laki tersebut mengatakan bahwa K sempat salat di masjid yang berada dekat rumah anak laki-laki itu. Eman menceritakan bahwa K datang bersama dengan seorang perempuan. 

Usai salat, Eman yang berada di halaman masjid melihat pria itu menggendong anak itu dan langsung pergi.

Baca Juga: Siswa SD di Sukabumi Tewas Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Korban Alami Pecah Pembuluh Darah dan Dada Retak

Kapolsek Cisaat Kompol Deden Sulaeman membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menyatakan pria dan wanita yang diduga penculik itu masih diamankan di Mapolsek Cisaat.

“Bahwa tadi adanya seseorang yang terduga membawa lari anak kemudian pada saat digebukin, kebetulan saat itu ada Bhabinkamtibmas dan Babinsa sehingga langsung diamankan,” ujarnya.

Deden menjelaskan anak itu sudah digendong terduga pelaku sejauh 30 meter dari lokasi kejadian.

Menurut Deden, pria tersebut pernah mendapat perawatan di RSUD R Syamsudin SH pada 2021 karena depresi. Hal itu seperti yang tertulis di surat hasil pemeriksaan dokter yang diserahkan orang tua K kepada polisi.

Sementara itu, J (61 tahun) menyatakan kalau anaknya K memang pernah dirawat di RSUD R Syamsudin SH akibat depresi. Menurut dia, K depresi setelah istrinya meninggal dunia akibat sakit pada 2021 lalu. K memiliki 3 orang anak.

Load More