/
Sabtu, 17 Juni 2023 | 20:15 WIB
Ilustrasi polisi (Dok Polda Riau)

Warga desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Wahidin yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang bubur diduga jadi korban penipuan saat daftar anaknya jadi Bintara Polri

Wahidin kena tipu tetangganya sendiri, oknum perwira polisi dengan inisial SW. Wahidin mengaku bahwa awalnya SW menyebut bahwa masuk ke polisi tanpa ada biaya. 

Namun kemudian, SW menyebut angkat Rp400 juta untuk anak Wahidin bisa masuk polisi.

"Dinego bisa Rp350 juta," ucap Wahidin. 

SW diketahui bekerja di Polsek Mundu. Ia disebut juga bekerjasama dengan oknum polisi lain dengan inisial N yang bekerja di bagian SDM Mabes Polri. 

Seperti dikutip dari unggahan akun Twitter @Heraloebss, Wahidin awalnya setor uang Rp20 juta di Polsek Mundu dan disaksikan N. 

Tak lama berselang, SW kemudian hubungin Wahidin dan meminta Rp100 juta. Mendapat permintaan itu, Wahidin kemudian menggadaikan rumahnnya. 

Tak berhenti disitu, SW kembali meminta uang dengan nilai bervariasi dari Rp20 juta sebanyak dua kali dan Rp150 juta. Total Wahidin setor uang ke SW sebesar Rp310 juta. 

Nahas, anak Wahidin tak lolos Bintara Polri. Parahnya lagi, uang yang dimiliki Wahidin itu ia kumpulkan sedari anakya masih SD. 

Baca Juga: 5 Pelaku Bullying di Cianjur yang Viral Ditangkap Polisi, 2 Orang Masih Diburu

Sementara anak Wahidin alami depresi karena tak lolos jadi polisi. 

Load More