/
Senin, 19 Juni 2023 | 06:33 WIB
Ketua DPP PDIP Puan Maharani bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Plataran Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, Minggu (18/6/2023). ([ANTARA])

Ketua DPP PDIP Puan Maharani melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Plataran Hutan Kota Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (18/6/2023). Keduanya bertemu selama 1 jam.

Puan mengatakan, perbincangannya dengan AHY begitu cari. Terasa seperti obrolan antara kakak dan adik.

"Banyak sekali yang bisa di-omongin, bisa seperti kakak dan adik. Tadi Mas AHY bilang, 'Mbak, boleh, ya, saya menganggap Mbak sebagai kakak?' Ya, iya, dong," ujar Puan.

"Kalau ngobrolnya antara ketua umum sama ketua DPR kayaknya nggak satu jam lebih tapi 20 menit ya udah selesai, karena ngomongnya serius pastinya."

"Jadi tadi kita ngobrol-ngobrol sekalian bersantap bubur, buburnya enak sekali," lanjut Puan.

Puan mengakui PDIP telah menanti-nantikan pertemuan dengan AHY. Lantas bagaimana isi kesepakatan dari pertemuan kedua elite parpol ini?

Melalui pertemuan tersebut, Puan mengatakan, PDIP dan Demokrat menyepakati bahwa komunikasi politik antara kedua partai tersebut tidak boleh berhenti sampai pertemuan ini.

"Politik itu penuh dengan dinamika, sangat dinamis, jadi untuk bisa mencapai satu titik temu di tengah saja, perlu waktu untuk bicara-bicara terus," kata Puan.

Namun, lanjut dia, kalau tidak pernah bertemu, tidak pernah bicara, berpotensi menimbulkan miskomunikasi.

Baca Juga: Reaksi Anies soal Rencana Pertemuan AHY-Puan

"Jadi, ini mungkin pertemuan yang pertama. Akan tetapi, insyaallah, bukan pertemuan yang terakhir," ucapnya.

Politik Rekonsiliasi

Sementara itu, AHY mengatakan bahwa politik rekonsiliasi sangat dibutuhkan dan dinantikan oleh masyarakat.

"Untuk bangsa dan negara, politik rekonsiliasi semacam ini sangat dibutuhkan dan dinantikan oleh masyarakat Indonesia," ujar AHY.

AHY menjelaskan bahwa PDIP dan Demokrat merupakan dua partai yang memiliki pengalaman sebagai partai penguasa, sekaligus memiliki pengalaman sebagai partai oposisi.

Ia juga sempat menyinggung terkait dengan komunikasi dan hubungan antarpartai yang belum bisa berjalan sebaik dalam kurun waktu dua dekade terakhir, tepatnya sejak 2004.

Load More