Calon presiden (capres) Anies Baswedan memberikan klarifikasi hal-hal yang selama ini dituduhkan kepada dirinya, salah satu soal penggunaan isu SARA seperti yang terjadi saat Pilkada DKI Jakarta 2017.
Dalam wawancara dengan jurnalis senior, Andy F Noya di acara Double Check Kick Andy, Anies Baswedan membantah isu SARA yang selama ini melekat pada dirinya.
Pembahasan perihal ini berawal saat Andy F Noya menyinggung kembali pernyataan Anies Baswedan pada pidato pertama saat dilantik jadi Gubernur DKI Jakarta.
Saat itu Anies Baswedan dalam pidatonya menyebut soal kemenangan pribumi. Terkait hal itu, Anies Baswedan menjelaskan bahwa pidatonya sebenarnya sedang membahas kondisi Jakarta di era kolonial Belanda sampai akhirnya jadi bagian kemerdekaan Indonesia.
Anies menekankan bahwa kemenangan pribumi yang ia maksud adalah bahwa akhirnya orang Indonesia, khususnya orang Jakarta yang rasakan dampak langsung penjajahan Belanda bisa hidup sebagai bangsa merdeka.
Andy F Noya kemudian mencecar dengan pertanyaan soal tenun kebhinekaan yang koyak justru saat Anies Baswedan menjadi gubernur DKI Jakarta dengan adanya pembiaran para pendukung berkonflik seputar SARA.
Anies dalam penjelasannya menerangkan bahwa sebenarnya isu polarisasi di level akar rumput justru mulai tegang sejak 2012, saat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden.
Menurut Anies pada kenyataannya, setelah 2012 pada 2015 kondisi itu makin ramai dan saat itu dirinya belum menjadi calon gubernur DKI Jakarta.
"Jawabannya lihat pada kenyataan. Bukan lihat apa yang saya sampaikan. Kenyataannya yang disebut sebagai polarisasi, bahkan sampai retak atau robek tenun kebangsaan itu tegang mulai dari 2012, 2015 mulai makin kuat. Saya belum jadi calon gubernur, bang. Itu sudah ramai, saya masih tugas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," jelas Anies Baswedan.
Baca Juga: Dicecar Soal Siapa Menko yang Ia Tuduh Ingin Ubah Konstitusi, Anies Baswedan Tak Berani Sebut Nama
"Apa yang sebenarnya ingin Anda sampaikan ini?" tanya Andy F Noya lagi.
"Poinnya adalah polarisasi, bicara identitas itu sudah terjadi sebelum saya jadi calon gubernur. Bahkan narasi baik yang pro Basuk atau anti Basuki, sudah ada sejak saya jadi calon gubernur," jawab Anies Baswedan.
"Kampanye misalnya, lebih baik pemimpin non muslim tidak korup, misalnya. Terus yang satu bilang, pemimpin harus beragama Islam. Itu kan tema-tema yang sudah ada sejak saya sebelum jadi calon Gubernur," tegas Anies.
Anies Baswedan lebih lanjut mengatakan bahwa justru saat ia jadi Gubernur DKI Jakarta dirinya ingin kembali memperbaiki kondisi yang rusak ini.
Berita Terkait
-
NasDem: Jangan Paksa Anies Umumkan Cawapres Sebelum Berangkat Ibadah Haji
-
Dicecar Soal Siapa Menko yang Ia Tuduh Ingin Ubah Konstitusi, Anies Baswedan Tak Berani Sebut Nama
-
Jebolan UGM Siap Beradu di Pemilu, Begini Tanggapan Pengamat
-
CEK FAKTA: Demokrat Keluar dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan Dipastikan Gagal Nyapres 2024
-
Puan-AHY Bertemu, Posisi Anies Baswedan Disebut Bisa Makin Sulit
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
BRI Catat Remittance Migrant Naik 27,7% Jelang Lebaran 2026
-
Internet Iran Lumpuh 23 Hari, Pemadaman Terpanjang dalam Sejarah
-
Jarang Diekspos Media Barat, Berapa Korban dari Israel pada Serangan Balik Iran?
-
BRI Catat 27,7% Kenaikan Remittance Migrant dari Luar Negeri
-
Ketika Penolakan Berujung Tragedi: Budaya Kita yang Salah?
-
BRI Fasilitasi Pekerja Migran Indonesia, Remittance Tumbuh 27,7% pada 2026
-
Masih Jawab 'Amin'? Ini 3 Balasan Taqabbalallahu Minna wa Minkum yang Lebih Tepat
-
Buku Skulduggery Pleasant: Gerbang Kiamat di Tangan Detektif Tengkorak
-
Fico Fachriza Rayakan Lebaran dengan Hidup di Jalan Selama 3 Hari
-
7 Cara Jitu Hadapi Post-Holiday Blues bagi Karyawan setelah Mudik Lebaran