Anies Baswedan tak menyebutkan nama Menko yang ia tuduh ingin ubah konstitusi. Saat jadi bintang tamu di Kanal Youtube Metro TV di Acara Double Check Kick Andy, Anies sempat ditanya siapa Menko yang ia tuduh.
"Tapi belakangan, saya lihat Anda terlihat emosional, menyatakan soal indikasi penjegalan itu. Kemudian Anda, beberapa waktu lalu ada Menko yang sedang berupaya mengubah konstitusi. Pertanyaan orang, Anda menuduh siapa ini? Apa yang dilakukan Menko itu untuk ubah konstitusi?" tanya Andy F Noya.
Anies Baswedan dalam menjawab pertanyaan dari Andy F Noya itu tak menyebut secara gamblang nama Menko yang ia tuduh ingin ubah konstitusi.
Dalam penjelasannya, Anies menekankan soal tanggung jawab penyelenggara negara untuk taat pada konstitusi.
"Penyelenggara negara itu disumpah untuk melaksanakan konstitusi. Seluruh peraturan harus ditaati. Di dalam sebuah demokrasi yang sudah kita lewati reformasi, diberikan kesempatan untuk kegiatan publik, kegiatan politik itu diatur dengan keterbukaan, dengan prinsip-prinsip good governance," jelas Anies.
"Salah satu amanat Reformasi yang paling mendasar, dan itu tujuan pertama reformasi, adalah periode presiden 5 tahun, dan dipilih satu kali,"
"Jadi ketika ada, seorang penyelenggara negara yang disumpah melaksanakan konstitusi, malah berpikir mengubah masa jabatan presiden atau mengubah periode. Ini implikasi pada konstitusi," tambah Anies.
Hingga akhir penjelasannya, Anies Baswedan tak sebutkan nama Menko yang ia tuduh ingin ubah konstitusi.
Andy F Noya kemudian menyebut bahwa Menko Polhukam Mahfud MD membantah rumor bahwa tidak ada keinginan berubahnya konstitusi lewat masa jabatan presiden.
Baca Juga: CEK FAKTA: Bukan AHY, Anies Baswedan Deklarasi Cawapres, Demokrat Tak Terima
"Gak ada keinginan ubah masa jabatan presiden, gak ada keinginan menunda pemilu. Jadi ini dianggap wacana yang gak usah dianggap serius. Tapi mengapa Anda menganggapnya serius sekali" kata Andy F Noya.
"Ya Alhamdulillah kalau itu gak serius. Saya senang mendengarnya," jawab Anies.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Melchias Markus Mekeng menilai Anies Baswedan berlebihan lantaran mengucapkan ada seorang menteri koordinator yang ingin mengubah konstitusi.
Mekeng mengatakan pengubahan konstitusi berada di ranah legislatif. Sejauh ini, kata dia, tidak ada usulan untuk mengubah konstitusi, termasuk mengubah hal-hal berkaitan dengan Pemilu.
"Pemerintah enggak pernah ada usulan, DPR enggak pernah ada usulan. Usulan DPR juga harus dibahas di masing-masing fraksi baru bisa satu keputusan di rapur. Jadi kalau menurut saya Anies terlalu berlebihan, terlalu cemas terhadap ini, enggak ada itu," kata Mekeng kepada wartawan, Jumat (17/3/2023).
Tuduhan Anies Baswedan bahwa ada seorang Menko yang ingin ubah konstitusi disampaikan saat berpidato dalam acara Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Lintas Tokoh Kahmi Untuk Indonesia Maju.
"Ndak pernah terbayang kok ada orang yang berada di posisi kunci, menko, mengatakan mengubah konstitusi dengan jumlah berapa orang yang mendukung," kata Anies dikutip melalui YouTube Reborn TV.
Berita Terkait
-
Banyak Ditolak, RUU Kesehatan Omnibus Law Mulus Melenggang ke Paripurna
-
DPR Segera Sahkan RUU Kesehatan Di Rapat Paripurna Terdekat, Demokrat-PKS Menolak
-
Puan-AHY Bertemu, Posisi Anies Baswedan Disebut Bisa Makin Sulit
-
LPSDK Dihapus dari PKPU, Kelompok Masyarakat Bingung Ajari Transparansi dan Akuntabilitas ke Publik
-
Anies dan Puan Berangkat Haji di Waktu yang Sama, Demokrat: Jika Benar, Semoga Makkah Jadi Tempat Pertemuan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement