Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menjawab isu rekonsiliasi antara PDIP dan Partai Demokrat. Mungkinkah itu terjadi?
Puan mengatakan bukan tidak mungkin PDIP dan Demokrat berekonsiliasi setelah berseberangan sejak 2004 silam.
"Yang bisa saya sampaikan tidak ada yang tidak mungkin," kata Puan yang juga Ketua DPR RI saat lakukan kunjungan kerja di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (21/6/2023).
Puan bahkan mengaku siap menjembatano pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Saya berharap semua pemimpin nanti bisa guyup, adem. Bersama-sama memberikan sumbangsih dan pemikirannya untuk bisa membangun bangsa," katanya.
Diketahui, terjadi hubungan yang 'panas dingin' antara Megawati dan SBY. Benih konflik ini bermula dari lima pertanyaan yang tak terjawab.
Lima pertanyaan ini muncul terkait konteks ketika SBY diisukan maju sebagai capres 2004 saat masih menjadi Menko Polhukam di era Presiden Megawati.
Lima pertanyaan itu ditujukan kepada SBY melalui politisi senior PDIP Panda Nababan yang diutus langsung oleh Megawati untuk menanyakan hal tersebut.
"Megawati waktu itu meminta lima pertanyaan dia dijawab sebagai syarat mereka berdua bertemu, Mega dan SBY, diutuslah saya ke Istana Merdeka."
"Menyampaikan lima pertanyaan itu. Lima pertanyaan itu tidak terjawab. Di bukuku ada itu," kata Panda Nababan dalam acara Adu Perspektif yang diadakanTotal Politik, Rabu (22/6/2022) malam.
Pertanyaan pertama Megawati, terkait soal SBY 'dijadikan orang'. Pertanyaan itu tak dijawab SBY berdasar kesaksian Panda Nababan.
"Pertama, apakah benar dia pernah mengucapkan kepada banyak orang 'Saya ini sebenarnya sudah di comberan, dijadikan orang sama Mega'. Bener nggak omongan itu? Tidak dijawab," ujarnya.
Pertanyaan lainnya, terkait SBY apakah akan maju jadi capres/cawapres hingga soal tak diajak ikut rapat. Semua pertanyaan itu juga tak dijawab SBY dalam pertemuan dengan Panda Nababan.
"Kedua, apakah mau maju menjadi calon presiden atau wakil presiden? Tidak dijawab. Ketiga, ditanya lagi, apakah benar di Menko Polkam dia bikin kegiatan, bikin partai? Tidak dijawab."
"Empat, kemudian, katanya dia berminat menjadi wakil presiden dari Bu Mega, tidak dijawab juga," ucap Panda.
"Yang kelima, apakah benar tidak diundang untuk rapat di kabinet? Gitu loh. Sekretaris dia Sudi Silalahi kan mengatakan tidak pernah diundang, apakah benar?" imbuhnya.
Berita Terkait
-
Cerita Megawati Jadi Korban Bully Gegara Penimbunan Pulau Nipah: Sudah Terbiasa, Tapi Kalau Mau Pemilu Tidak Boleh
-
Terkenang Tenggelamnya KRI Nanggala-402, Megawati: Saya Sedih, Jengkel, Mau Marah, Kenapa Tidak Ada Perencanaan?
-
Demokrat Tunggu Megawati Buka Ruang Silaturahmi, SBY Akui Tak Punya Masalah
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar