Timnas Indonesia awal pekan lalu, Senin (19/6) melakoni FIFA Matchday melawan juara Piala Dunia 2022, Argentina. Menghadapi pasukan Lionel Scaloni, Timnas Indonesia kalah 0-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Meski kalah dan membuat Timnas Indonesia melorot satu peringkat di rangking FIFA, laga melawan Argentina menuai banyak pro kontra.
Bagi mereka yang pro, anggap laga melawan Timnas Indonesia jadi proses untuk pasukan Merah Putih lebih baik. Pengalaman menghadapi Julian Alvarez dkk jadi bekal untuk mengasah kemampuan Marselino Ferdinan dkk.
Faktanya di laga melawan Argentina, Timnas Indonesia tunjukkan permainan yang membuat kagum publik. Bahkan Argentina harus susah payah untuk jebol gawang Ernando Ari.
Meski dalam konfrensi pers usai laga, Lionel Scaloni tak mau beri pujian untuk Timnas Indonesia, ekspresi pelatih 45 tahun itu saat pertandingan tunjukkan hal berbeda.
Sepanjang 2x45 menit, pelatih bertitel juara Piala Dunia itu tak bisa tenang dan selalu berada di pinggir lapangan. Beberapa kali, Scaloni bahkan tunjukkan ekspresi gregetan saat anak asuhnya gagal memanfaatkan peluang untuk jadi gol.
Di sisi lain, pemain Argentina yang pernah merumput di Liga Indonesia, Gustavo Chena memberikan pernyataan tersendiri soal sepak bola Indonesia.
Dalam wawancara dengan media Infobae, Chena mengungkap bahwa memang ada perbedaan mendasar dari sepak bola Indonesia dengan Argentina.
Menurut Chena, sepak bola Indonesia lebih tertarik pada hal instan. Mendatangkan pemain terkenal salah satu bukti bahwa sepak bola Indonesia ingin cepat bagus tanpa mau berproses.
"Sepertinya mereka (sepak bola Indonesia) lebih tertarik pada hal instan. Mereka mendatangkan pemain terkenal, tapi tidak memiliki basis kuat di akar rumput, pembinaan pemain muda," ucap eks pemain Persija tersebut.
"Di sana, mereka percaya pemain berusia 22 tahun masih muda dan bisa berkembang. Sementara di Argentina, pemain usia 17 tahun sudah melakukan debut di kasta tertinggi," jelas Chena.
Berita Terkait
-
Tyronne del Pino dan 4 Pemain Timnas Sudah Gabung Latihan, Skuat Persib Mulai Lengkap
-
Lionel Scaloni Pongah, Anggap Pemain Timnas Indonesia Seperti Ini, Jurnalis Inggris Kasih Bantahan Menohok
-
Bintang Tottenham Kepo di Postingan Elkan Baggott Usai Lawan Argentina, Jempolnya Tak Tahan Kasih Emoji Wajah Melongok
-
Pembagian Pot Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Simak Posisi Timnas Indonesia
-
Aksi Marselino Ferdinan Lawan Argentina Dikuliti Jurnalis Inggris, Dijelaskan Detail Banget dan Bikin Bangga
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Bolehkah Bayar Zakat Fitrah saat Masih Punya Utang? Ini Panduan Lengkapnya
-
Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Promo Sepatu di Ramayana, Diskon Gila-gilaan Jelang Lebaran Spesial Potongan 50 Persen
-
Poco F8 Pro Buktikan Gaming Rata Kanan: Snapdragon 8 Elite, Baterai 6210mAh, Siap Libas Game Berat
-
Membaca Sisi Liar: Menguak Kejahatan di Balik Hutan Indonesia
-
Senin 16 Maret 2026 Bank Tutup atau Buka? Cek Jadwal Operasional BRI hingga BCA
-
Strategi Daihatsu Atasi Kredit Mobil Ditolak Perusahaan Pembiayaan
-
Mudik Tak Lagi Riuh: Potret Lesu Terminal Sukabumi di Tengah Gempuran Ekonomi dan Travel Gelap
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara