/
Jum'at, 21 Juli 2023 | 13:30 WIB
Nasib Jairo Matos Pemain Brasil Pertama di Indonesia, Bersinar Bersama Klub Tanah Batak Pardedetex. (Facebook Aneka Pesisir Tapteng Sibolga.)

Striker asal Brasil mendominasi daftar top skorer sementara BRI Liga 1 2023-2024. Dari lima besar top skorter sementara BRI Liga 1 musim ini, tiga diantaranya berasal dari Brasil, dengan Gustavo Almeida. 

Dari era Galatama hingga saat ini BRI Liga 1, para pemain Brasil memang memberi warna tersendiri untuk kompetisi Liga Indonesia. Skill individu mereka tak bisa dipungkiri membuat Liga Indonesia terlihat berkelas. 

Namun siapa pemain Brasil pertama yang cicipi Liga Indonesia? Jawabnya adalah Jairo Matos. Ia adalah pemain Brasil pertama yang mendarat di Liga Indonesia. 

Nama Jairo Matos tentu tak asing bagi publik sepak bola di Sumatera Utara. Ia bersinar di era Galatama bersama klub tanah Batak, Pardedetex

Sekedar informasi, Pardetex ialah klub sepak bola yang dibangun oleh Pak Katua, sebutan akrab untuk jutawan Batak, Tumpal Dorianus Pardede. Pardetex sudah berdiri sejak 1960. 

Sejak menjadi pemilik Pardetex, Pak Katua punya ambisi besar di sepak bola nasional. Ia mengubah klub ini jadi Los Galaticos dengan datangkan sejumlah pemain tenar di era tersebut. 

Jairo Matos jadi pemain yang didatangkan Pak Katua saat itu. Selain, Matos, Pardetek juga dihuni pemain bintang seperti Abdul Kadir, Jacob Sihasaleh, Herry Kiswanto, Chaerul Chan, dan Zulham Efendi.

Matos berposisi sebagai gelandang. Tahun 1982, ia menerima pinangan Pardetex untuk merumput di Liga Indonesia. Matos datang dari Liga Jepang, saat itu ia membela klub Yomiuri FC, cikal bakal klub Tokyo Very, klub yang saat ini dibela Pratama Arhan

Salah satu faktor yang membuat Matos menerima pinangan dari Pardetex saat itu ialah dirinya tak kuat menahan cuaca dingin di Jepang. Maklum saja, sebagai orang Brasil, Matos lebih suka dengan iklim tropis seperti di Indonesia. 

Baca Juga: Timnas Indonesia Bakal Hadapi Turkmenistan, Ini 4 Pemain Turkmenistan yang Pernah Berkarier di Liga Indonesia

Sayang karier Matos bersama Perdetex hanya seumur jagung. 2 tahun bermain di Perdetex, Matos harus angkat koper lantaran muncul kebijakan di Galatama terkait pelarangan pemain asing. 

Sebelum ramai saat ini pemain asing dinaturalisasi, pada 1987, Matos sempat didukung publik sepak bola Indonesia untuk menjadi warga negara Indonesia (WNI). 

Kecintaan Matos pada sepak bola Indonesia ia tunjukkan saat kembali pada 1988. Hingga saat ini, Matos bertempat tinggal di Indonesia. 

Anaknya yang Jaino Matos sempat menjadi kepala pembinaan klub Badak Lampung FC. Di era 90-an, Matos sempat dirikan tim sepak bola untuk menampung bakat-bakat muda sepak bola Indonesia. 

Load More