- Badan Gizi Nasional berkomitmen mengoptimalkan seluruh aset negara tahun 2025 yang kini tengah tersandung kasus dugaan korupsi pengadaan.
- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung untuk memastikan pemanfaatan aset motor listrik dan perangkat IT.
- Lembaga tersebut menyisir anggaran 2026 guna meniadakan pengadaan barang baru yang fungsinya sudah terpenuhi oleh aset sebelumnya.
Suara.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, menegaskan komitmen lembaganya untuk mengoptimalkan seluruh aset yang telah dibelanjakan pada tahun anggaran 2025 atau pada era kepemimpinan Dadan Hindayana dan jajaran.
Hal ini mencakup berbagai pengadaan, mulai dari kendaraan operasional seperti sepeda motor listrik hingga perangkat teknologi informasi (IT) yang sempat menjadi sorotan dalam dugaan kasus korupsi.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas sorotan terkait keberadaan sejumlah besar sepeda motor listrik hasil pengadaan periode sebelumnya yang saat ini dilaporkan masih menumpuk di kawasan Sentul dan belum didistribusikan ke daerah-daerah.
Agustina menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Agung, untuk memastikan status dan kelanjutan pemanfaatan aset tersebut.
"Kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan ya. Poinnya sebenarnya secara keseluruhan, bukan cuma motor. Semua yang sudah dibelanjakan di 2025, termasuk IT, kami inginnya itu dimaksimalkan," ujar Agustina di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Sebagai langkah efisiensi, BGN akan melakukan penyisiran ketat terhadap rencana anggaran tahun 2026.
Agustina menekankan tidak boleh ada pengadaan barang baru apabila fungsinya sudah terpenuhi oleh barang yang telah dibeli pada 2025.
"Tahun 2026 kami sisir anggarannya. Yang (usulannya) kurang lebih output-nya akan sama dengan 2025, kami bilang no. Itu tidak ada lagi di 2026," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pengecekan intensif akan dilakukan, terutama pada sektor perangkat IT seperti laptop, sistem IoT (Internet of Things), hingga CCTV yang sebelumnya sudah terlanjur dibayar.
Baca Juga: Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
"Saya betul-betul lihat mana yang masih bisa dipakai, kita akan pakai. Kalau masih kurang, baru kita lengkapi. Nah, itu nanti yang kita tambahkan di 2026," imbuhnya.
Agustina menggarisbawahi bahwa prinsip utama BGN saat ini adalah tanggung jawab terhadap penggunaan uang negara.
Segala bentuk pengadaan yang sudah terlanjur dilakukan, baik barang kecil seperti kaus kaki maupun aset besar seperti sepeda motor listrik, harus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Prinsip secara umum, saya tidak bicara satu-satu ya, mau kaos kaki lah, motor lah, apa, enggak. Tapi prinsipnya yang sudah keluar di 2025, karena uang negara sudah keluar, harus kita maksimalkan pemanfaatannya itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, mengungkap temuan terkait pengadaan motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN) pada era kepemimpinan Dadan Hindayana. Temuan tersebut disampaikan usai Dudung melakukan audiensi dengan Kepala BGN, Nanik S. Deyang.
Menurut Dudung, hasil pengecekan menunjukkan sebagian motor listrik yang diadakan masih berada dalam tahap perakitan, meski anggarannya telah dibayarkan.
Berita Terkait
-
Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan
-
Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya
-
BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit
-
Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG
-
Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Permudah Layanan Administrasi, IKD Dukcapil Raih Top Public Service Application for Ministry
-
Tak Sekadar Olahraga, Tren Komunitas Jadi Cara Baru Masyarakat Indonesia Jalani Hidup Sehat
-
Kepala BGN Buka Suara Terkait Putusan MK, MBG Tetap Jalan Sesuai Rencana
-
Pergantian Jitu John Herdman, Bawa Timnas Indonesia Tembus Tembok Timor Leste
-
The Great Escape, Buku Bergambar tentang Keajaiban dan Kekacauan Saudara
-
Penerapan B50 Dinilai Perlu Diiringi Reformasi Tata Kelola Biodiesel
-
Suami Dilaporkan Kasus Perzinaan, Cut Keke Beri Respons Mengejutkan: Banyak Fitnahnya!
-
Batal ke Papua, Pegawai BGN yang Viral Main HP Saat Zoom Dimutasi ke Sulsel
-
Minat Investasi Turun, Harga Acuan Emas Merosot
-
Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?