Maroko salah satu negara di ujung benua Afrika yang dikenal dengan julukan Negeri Magribi. Maroko memiliki populasi lebih dari 33.800.000 dan mayoritas penduduknya beragama Islam.
Bahkan negara itu memiliki semboyan, 'Allh, al-Waan, al-Malik' yang artinya, Allah, Negara dan Raja. Meski begitu, di negara ini juga memiliki red distrik, yakni kawasan khusus untuk prostitusi dan bisnis berorientasi seks.
Ialah kota Marrakesh dikenal sebagai red distrik di Maroko. Kota ini dikenal sebagai kawasan perdagangan terbesar kedua setelah Casablanca.
Namun bisnis prostitusi di kawasan Marrakesh dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hal ini lantaran prostitusi dan judi di Maroko adalah perbuatan melawan hukum.
Dilansir dari worlddatingguide, Marrakesh merupakan salah satu kota bersejarah yang berjarak 400 kilometer dari ibukota Rabat atau kurang 4 jam perjalanan mobil.
Kota ini dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah di Maroko. Di kota tersebut, wisatawan akan disajikan banyak tempat bersejarah dan pertunjukan seni.
Djemaa El-Fna yang menjadi salah satu kawasan di Marrakesh menjadi pusat aktivitas seni dan budaya. Kawasan ini tidak pernah tidur setiap harinya.
Selain itu, di kawasan ini juga terdapat Masjid Koutoubia. Masjid ini terletak di dekat Djema el-Fna.
Penamaan Koutoubia berawal dari saat sebelum dibangunnya masjid tersebut. Konon, bahwa lokasi yang saat ini menjadi lokasi masjid merupakan tempat para penjual buku atau kuotoub (ejaan Perancis) yang menawarkan buku baru maupun bekas.
Baca Juga: Wilayah Cianjur Masih Jadi Lokasi Prostitusi? Polisi Tangkap Dua Orang Mucikari
Namun di tempat itu juga sejumlah aktivitas prostitusi terselubung ditawarakan oleh banyak wisatawan mancanegara.
Dilansir dari berbagai sumber, pada 2015 Kementerian Kesehatan Maroko memperkirakan ada 50.000 pekerja prostitusi di Maroko, mayoritas di wilayah Marakesh.
Para pekerja prostitusi ini cenderung sebagian besar berasal Nigeria, Filipina, Qatar, Kuwait. UNAIDS memperkirakan angkanya mencapai 75.000 pada tahun 2016.
Berita Terkait
-
Diajak Liburan ke Bromo, Gadis Asal Bogor Malah Dijual Online Oleh Pacar: Rp700 Sekali Kencan
-
Kylian Mbappe Bikin Netizen Salfok, Dikira Lagi Liburan di Indonesia
-
Pemain Keturunan Indonesia: Indonesia Bisa Jadi Seperti Timnas Maroko!
-
Prostitusi Terselubung Ada di Sekitar IKN Nusantara
-
Cari Pengganti Sandro Tonali, AC Milan Lirik Sofyan Amrabat
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran