/
Rabu, 23 Agustus 2023 | 19:11 WIB
Berkunjung ke Kawasan Prostitusi Tersembunyi di Negeri Magribi, Cuma 4 Jam Naik Mobil. (worlddatingguide.com)

Maroko salah satu negara di ujung benua Afrika yang dikenal dengan julukan Negeri Magribi. Maroko memiliki populasi lebih dari 33.800.000 dan mayoritas penduduknya beragama Islam. 

Bahkan negara itu memiliki semboyan, 'Allh, al-Waan, al-Malik' yang artinya, Allah, Negara dan Raja. Meski begitu, di negara ini juga memiliki red distrik, yakni kawasan khusus untuk prostitusi dan bisnis berorientasi seks. 

Ialah kota Marrakesh dikenal sebagai red distrik di Maroko. Kota ini dikenal sebagai kawasan perdagangan terbesar kedua setelah Casablanca. 

Namun bisnis prostitusi di kawasan Marrakesh dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hal ini lantaran prostitusi dan judi di Maroko adalah perbuatan melawan hukum. 

Dilansir dari worlddatingguide, Marrakesh merupakan salah satu kota bersejarah yang berjarak 400 kilometer dari ibukota Rabat atau kurang 4 jam perjalanan mobil. 

Kota ini dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah di Maroko. Di kota tersebut, wisatawan akan disajikan banyak tempat bersejarah dan pertunjukan seni. 

Djemaa El-Fna yang menjadi salah satu kawasan di Marrakesh menjadi pusat aktivitas seni dan budaya. Kawasan ini tidak pernah tidur setiap harinya. 

Selain itu, di kawasan ini juga terdapat Masjid Koutoubia. Masjid ini terletak di dekat Djema el-Fna. 

Penamaan Koutoubia berawal dari saat sebelum dibangunnya masjid tersebut. Konon, bahwa lokasi yang saat ini menjadi lokasi masjid merupakan tempat para penjual buku atau kuotoub (ejaan Perancis) yang menawarkan buku baru maupun bekas. 

Baca Juga: Wilayah Cianjur Masih Jadi Lokasi Prostitusi? Polisi Tangkap Dua Orang Mucikari

Namun di tempat itu juga sejumlah aktivitas prostitusi terselubung ditawarakan oleh banyak wisatawan mancanegara. 

Dilansir dari berbagai sumber, pada 2015 Kementerian Kesehatan Maroko memperkirakan ada 50.000 pekerja prostitusi di Maroko, mayoritas di wilayah Marakesh. 

Para pekerja prostitusi ini cenderung sebagian besar berasal Nigeria, Filipina, Qatar, Kuwait. UNAIDS memperkirakan angkanya mencapai 75.000 pada tahun 2016. 

Load More