Sederet pemain abroad bakal membela Timnas Indonesia pada laga kontra Brunei Darussalam untuk melakoni Pra Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, hari ini, Kamis (12/10/2023).
Beberapa pemain abroad pun telah tiba dan bersiap menjalani laga kontra Brunei Darussalam sore ini. Selang lima hari berikutnya pada Selasa (17/10/2023) Timnas Indonesia tandang ke Brunei Darussalam.
Timnas Indonesia pun belakangan telah memanggil 26 pemain yang bakal membela di laga kontra Brunei Darussalam. Dari puluhan pemain yang diandalkan Shin Tae-yong, 9 di antaranya merupakan pemain abroad yang berkarier di luar negeri.
Meski demikian, jumlah pemain tersebut kini bersisa delapan lantaran Jordy Amat yang berkarier di Klub Malaysia, Johor Darul Ta'zim cedera hingga harus absen.
Lalu, siapa saja 8 pemain abroad yang kini ada dalam daftar yang membela Timnas Indonesia saat menghadapi Brunei Darussalam.
1. Pratama Arhan (Tokyo Verdy)
Tak hanya di Korea Selatan, ada pula pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Jepang, yakni Pratama Arhan yang membela Tokyo Verdy.
Sama dengan Asnawi, Arhan bermain di kasta kedua. Pemain berusia 21 tahun ini tercatat telah bergabung Tokyo Verdy sejak tahun 2022 kemarin.
2. Elkan Baggott (Ipswich Town)
Baca Juga: 4 Rekor Kemenangan Terbesar Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam, Pasukan STY Sukses Cetak 7 Gol
Dari tanah Inggris, Shin Tae-yong memanggil nama Elkan Baggott yang telah jadi andalan sejak Piala AFF 2020 pada tahun 2021 lalu.
Elkan Baggott bisa dikatakan pemain naturalisasi angkatan pertama di bawah rezim Shin Tae-yong. Pemain Ipswich Town ini sudah membela Timnas Indonesia sejak 2021, baik di kelompok umur dan senior.
3. Shayne Pattynama (Viking FK)
Shin Tae-yong juga memanggil pemain keturunan milik tim Denmark, Viking FK, yakni Shayne Pattynama guna laga kontra Brunei.
Sejak resmi dinaturalisasi per April 2023 kemarin, Shayne sendiri sudah tampil sekali bagi Timnas Indonesia, yakni kala menghadapi Argentina.
4. Marselino Ferdinan (KMSK Deinze)
Berita Terkait
-
4 Rekor Kemenangan Terbesar Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam, Pasukan STY Sukses Cetak 7 Gol
-
Hadapi Brunei Darussalam di SUGBK, Timnas Indonesia Tak Diperkuat Dua Pemain Abroad
-
Minus Marselino dan Rafael Struick, Timnas Indonesia Bisa Cetak Berapa Gol ke Gawang Brunei?
-
Shin Tae-yong Minta Pemain Makasimal Cetak Gol Laga Kandang, Timnas Indonesia Bakal Pesta Gol?
-
Bos RANS Nusantara Kedatangan Dua Bintang Timnas Indonesia, Pratama Arhan dan Asnawi
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga