Sepanjang sejarah perhelatan Liga Indonesia, sejumlah klub tercatat pernah dilatih pelatih kawakan. Salah satunya ialah Rob Jacobs, ia adalah rekan legenda Belanda, Johan Cruyff.
Rob Jacobs yang pernah melatih klub seperti Feyenoord, Groningen hingga klub Liga Yunani, PAOK, sempat berkarier di Liga Indonesia dengan menjadi pelatih Pelita Mastrans, cikal bakal klub Madura United yang saat ini berkompetisi BRI Liga 1 2023/24.
Pelita Mastrans merupakan klub yang berkompetisi di Liga Indonesia pada era 90-an. Klub ini kemudian pada 1998 berganti nama menjadi Pelita Bakrie, awal 2000 berubah lagi menjadi Pelita Solo berlanjut menjadi Pelita Krakatau Steel.
Pada 2006, berganti nama lagi menjadi Pelita Jaya Purwakarta, lalu pada 2008 berganti menjadi Pelatih Jabar. Musim 2010, berganti nama lagi menjadi Pelati Jaya FC Karawang. Nama ini dipakai sampai 2012 hingga akhirnya lisensi klub ini dibeli dan saat ini gunakan nama Madura United dari 2016.
Di era jaya, Pelita Mastrans dibela oleh bintang sepak bola dunia seperti Mario Kempes hingga Roger Milla. Selain itu, Pelita Mastrans juga sempat dilatih oleh Kempes dan juga Rob Jacobs.
Rob menceritakan bahwa akhir tahun 1996 setelah melatih FC Eindhoven, ia mendapat tawaran melatih jauh di negeri orang. Ia kemudian menjadi pelatih Pelita Mastrans. Rob saat itu datang ke Indonesia dengan status sebagai asisten pelatih dari Henk Wullems di Pelita.
Selama berkarier di Liga Indonesia, Rob rupanya memiliki pengalaman tak terlupakan, salah satunya saat harus meninggalkan stadion menggunakan tank.
Yang tak kalah menarik, setelah tak lagi melatih di Liga Indonesia, Rob coba peruntungan untuk jadi pelatih di klub Al-Ta'ee di Arab Saudi. Di negara ini, Rob sempat berseloroh bahwa ia takut kehilangan kepala.
Pernyataan ini diungkap Rob saat timnya mengalami kekalahan, di hari yang sama otoritas hukum Arab Saudi saat itu menghukum pacung seorang terpidana pemerkosa.
Baca Juga: Pelatih Brunei Darussalam Akui Sangat Sulit Kalahkan Timnas Indonesia Lebih dari 6 Gol
"Lebih baik kehilangan tiga poin daripada kehilangan kepala," ungkapnya saat itu seperti dikutip Moots.Suara.com dari rijnmond.nl
Berita Terkait
-
Contoh Timnas Spanyol, Valente Bilang Serangan Arema FC Sedikit Tapi Harus Berkualitas
-
Top Skor Persebaya Surabaya Masih Haus Gol, Cuek dengan Rumor Transfer Paruh Musim
-
Elite Pro Academy 2023/2024: Bali United U-20 Harus Akui Keunggulan Persebaya U-20
-
Jelang Hadapi RANS Nusantara FC, Persija Jakarta Perkuat Fisik Pemain Pasca Libur
-
Tak Pikirkan Rumor, Bruno Moreira Fokus ke Tim dan Ingin Dulang Poin untuk Persebaya
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
KAEF Siapkan Produksi 500 Juta Tablet per Tahun Dukung Eliminasi TB
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
BEI Tiba-tiba Minta Investor Jangan Panik: Mohon Tenang dan Tetap Rasional!
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Drama Korea Azure Spring: Laut sebagai Tempat Memulai Babak Baru
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Kabar Gembira! Harga Solar untuk Nelayan Resmi Dipatok Rp15.000 per Liter
-
BPOM Temukan 11 Kosmetik Lokal Berbahaya, Cek Daftar Lengkapnya
-
Perkara Eks Jampidsus Dilimpahkan ke Kejagung, KPK Lacak 'LHKPN Palsu' Febrie Adriansyah