Mengenal lebih jauh sosok Bung Ropan, pengamat sepak bola Tanah Air yang menyebut Shin Tae-yong melakukan blunder jelang Timnas Indonesia berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia akan memanfaatkan jeda internasional di bulan November 2023 ini untuk melakoni laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Irak dan Filipina.
Untuk menghadapi dua pertandingan tandangnya itu, pelatih Shin Tae-yong telah merilis 27 nama pemain yang akan diandalkannya.
Seperti biasanya, nama-nama pemain yang dipanggil tersebut menuai banyak kritik. Salah satunya dari pengamat sepak bola Indonesia, Ronny Pangemanan atau Bung Ropan.
Bung Ropan bahkan menyebut Shin Tae-yong melakukan blunder dalam pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia karena mengabaikan penyerang Borneo FC, Stefano Lilipaly.
“Ini (Lilipaly) yang harus dipanggil, bukan cuma urusan untuk mencetak gol, di Liga 1 assist dia paling tinggi untu pemain Indonesia, pemain lokal,” tutup Bung Ropan dikutip dari kanal YouTube Sportify.
Bung Ropan menyebut bahwa catatan Lilipaly seharusnya membuatnya layak dipanggil. Sayangnya, Shin Tae-yong tak memanggilnya dan itu menurutnya sebagai blunder.
“Jadi kan engga ada alasan, blunder kalau engga ngambil dia (Lilipaly), menurut saya. Di mana-mana pun, di negara mana pun, kalau di kompetisi ada pemain lagi bagus, top skor, dan pemberi assist terbanyak, pasti dipanggil,” lanjutnya.
Kritikan ini pun membuat nama Bung Ropan menjadi gunjingan publik. Berikut Bolatimes.com sajikan profil pengamat sepak bola Tanah Air itu.
Baca Juga: Pablo Maffeo, Pemain Spanyol yang Jadi Incaran Timnas Argentina
Legenda Jurnalis Sepak Bola
Ronny Pangemanan atau biasa disapa Bung Ropan dulunya adalah seorang jurnalis. Karier ini ditempuhnya sejak masih mengenyam bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Manado.
Saat masih berstatus pelajar, Bung Ropan kerap mengirim artikel-artikel buatannya ke beberapa surat kabar ternama di Indonesia.
Pada rentang tahun 1984-1985, pria yang lahir pada 21 September 1965 ini datang ke Jakarta dan mendapat kesempatan menulis untuk ajang multi-event yakni Pekan Olahraga Nasional (PON).
Singkat cerita, kecintaannya terhadap sepak bola yang tumbuh terhadap Jerman pada tahun 1978 membawa Bung Ropan menjadi jurnalis olahraga di Indonesia.
Meski baru menjadi jurnalis di tahun 1984-1985, Bung Ropan sendiri sudah mendapat kepercayaan berangkat ke Meksiko untuk meliput Piala Dunia 1986.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Gila! Kawasaki Ninja ZX-10R Diskon Nyaris Rp55 Juta, Harganya Bikin Bikers RI Iri
-
Update Terkini Perang Iran, Israel Makin Hancur Hingga Ledakan di Mana-mana
-
Lebih Berat di Perempuan? Mengupas Tuntas Tekanan Gagal yang Tak Terlihat
-
Umuh Muchtar Sebut Bobotoh Berperan dalam Kemenangan Persib Bandung
-
Jubir Militer Houthi Yaman: Iran Akan Hancurkan AS dan Rezim Zionis Israel!
-
Siap Jegal Jimny! Kenalan dengan Renault Bridger, SUV Mungil Gagah Berbagasi Luas
-
Suami Maissy Diduga Selingkuh dengan Selebgram Cindy Rizap, Pacar 7 Tahun Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Tata Cara Salat Lailatul Qadar, Lengkap dengan Doa yang Dianjurkan
-
Bank BCA Mulai Tutup Tanggal Berapa saat Lebaran 2026? Cek Jadwal Operasional Resminya
-
Felix Siauw Diduga Sindir Abu Janda Usai Debat Ricuh: Kalau Sudah Pakai Otot, Otaknya Enggak Ada