Timnas Indonesia wajib mewaspadai sejumlah pemain abroad yang dimiliki Timnas Filipina menjelang pertandingan kedua Grup F Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Menurut jadwal, Timnas Indonesia akan berjumpa Filipina di Stadion Rizal Memorial, Manila, Selasa (21/11/2023) pukul 18.00 WIB. Setidaknya, ada beberapa nama pemain Filipina yang cukup berbahaya.
Berikut menyajikan tiga nama pemain abroad Timnas Filipina yang berpeluang menjadi mimpi buruk Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
1. Daisuke Sato
Timnas Indonesia tentu harus mewaspadai pilar Timnas Filipina yang kini berkarier bersama Persib Bandung di BRI Liga 1, yakni Daisuke Sato. Pemain keturunan Jepang ini tentu sudah memiliki gambaran soal peta kekuatan skuad Garuda.
Sebab, Sato sudah bermain bersama Persib Bandung sejak musim lalu, tepatnya ketika pindah dari Ratchaburi FC pada 10 Juni 2022. Selama bermain di Indonesia, Sato jelas sudah bisa memetakan potensi ancaman yang ada.
Oleh karena itu, skuad asuhan Shin Tae-yong wajib mengantisipasi kehadiran pemain yang sudah mengoleksi 54 pertandingan bersama The Azkals tersebut.
Selanjutnya, ada sosok pemain di posisi sayap kiri Timnas Filipina bernama Patrick Reichelt. Pemain ini punya garis keturunan Jerman. Kariernya juga sempat dimulai bersama sejumlah klub Jerman.
Baca Juga: Justin Hubner Disebut Jadi WNI Pekan Depan, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023
Setelah itu, dia pernah berkarier di Thailand bersama Singhtarua FC, Suphanburi FC, dan PT Prachuap FC. Yang terakhir, pemain berusia 35 tahun ini berkarier di Liga Malaysia bersama Kuala Lumpur FC.
Dia memang punya catatan panjang bersama The Azkals. Sebab, sejak mengukir debut pada 5 September 2012, Reichelt sudah menyumbangkan 12 gol dari 73 pertandingan.
Yang terakhir, sosok pemain Timnas Filipina yang paling patut menjadi perhatian Timnas Indonesia ialah Neil Etheridge. Kiper berusia 33 tahun ini punya rekam jejak yang luar biasa di Eropa.
Saat ini, pemain keturunan Inggris-Filipina itu bermain bersama klub kasta kedua Liga Inggris, Birmingham City. Pengalamannya berkarier di Inggris jelang menjadi modal berharga untuk tampil bersama The Azkals.
Bukan tidak mungkin, Neil Etheridge akan menjadi palang pintu yang membuat repot lini serang Timnas Indonesia pada pertandingan kedua Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia tersebut.
Kontributor: Muh Faiz Alfarizie
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek