Pesepakbola Timnas Indonesia Marcelino Ferdinan (kanan) berselebrasi bersama Pratama Arhan (kiri) usai berhasil mencetak gol di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 ([ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/Spt])
Timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia meski memetik hasil buruk melawan Irak dan Filipina.
Timnas Indonesia hanya mampu meraih satu poin dalam dua laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, kalah dari Irak dan imbang melawan Filipina.
Pertama kali menyambangi Stadion Internasional Basra setelah berpuluh-puluh tahun, nasib mujur belum berpihak kepada skuad Garuda.
Sempat tertinggal 0-2, sebelum memperkecil 1-2 di babak pertama, namun berakhir dengan kekalahan 1-5 hingga peluit akhir laga berbunyi.
Setelahnya meraih hasil imbang 1-1 saat meyambangi Stadion Rizal Memorial di Manila,
Hasil ini semakin membuat langkah Timnas Indonesia melaju ke putaran ketiga babak kualifikasi semakin berat, jika tak kunjung meraih kemenangan.
Gagal membawa pulang poin dari Irak dan hanya mengemas satu angka di markas Filipina, dua laga tandang sebenarnya memberi keuntungan bagi skuad Garuda.
Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong hanya menyisakan satu laga tandang ke markas Vietnam pada Maret 2024 mendatang.
Lantas seperti apa peluang skuad Garuda meraih hasil positif di Kualifikasi Piala Dunia 2026? minimal peringkat kedua grup harus diraih.
Mengingat hanya juara dan runner-up grup yang bisa lolos ke babak selanjutnya, setidaknya Marc Klok dkk harus mengemas 9 poin.
Skema yang paling bisa terjadi dengan mengumpulkan tiga poin hasil dari dua laga kandang melawan Vietnam pada 21 Maret 2024 dan Filipina pada 11 Juni 2024.
Dua tambahan poin bisa didapat saat bertandang ke markas Vietnam pada 26 Maret 2024 dan menjamu Irak di Jakarta pada 6 Juni 2024.
Target meraih 9 poin ini cukup realistis jika menggunakan skema tersebut, mengingat langkah ke Piala Dunia 2026 memang tidak mudah.
Syarat tersebut harus dipenuhi jika Shin Tae-yong masih menginginkan Timnas Indonesia berpeluang tampil di Piala Dunia 2026.
Sekaligus memastikan satu tiket ke Piala Asia 2027 yang digelar di Arab Saudi, hanya dengan tiket juara dan runner-up kualifikasi putaran kedua ini.
Tak hanya dibutuhkan kesolidan dalam bermain tetapi juga fokus tinggi guna meraih hasil maksimal di babak ini.
Hasil ini semakin membuat langkah Timnas Indonesia melaju ke putaran ketiga babak kualifikasi semakin berat, jika tak kunjung meraih kemenangan.
Gagal membawa pulang poin dari Irak dan hanya mengemas satu angka di markas Filipina, dua laga tandang sebenarnya memberi keuntungan bagi skuad Garuda.
Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong hanya menyisakan satu laga tandang ke markas Vietnam pada Maret 2024 mendatang.
Lantas seperti apa peluang skuad Garuda meraih hasil positif di Kualifikasi Piala Dunia 2026? minimal peringkat kedua grup harus diraih.
Mengingat hanya juara dan runner-up grup yang bisa lolos ke babak selanjutnya, setidaknya Marc Klok dkk harus mengemas 9 poin.
Skema yang paling bisa terjadi dengan mengumpulkan tiga poin hasil dari dua laga kandang melawan Vietnam pada 21 Maret 2024 dan Filipina pada 11 Juni 2024.
Dua tambahan poin bisa didapat saat bertandang ke markas Vietnam pada 26 Maret 2024 dan menjamu Irak di Jakarta pada 6 Juni 2024.
Target meraih 9 poin ini cukup realistis jika menggunakan skema tersebut, mengingat langkah ke Piala Dunia 2026 memang tidak mudah.
Syarat tersebut harus dipenuhi jika Shin Tae-yong masih menginginkan Timnas Indonesia berpeluang tampil di Piala Dunia 2026.
Sekaligus memastikan satu tiket ke Piala Asia 2027 yang digelar di Arab Saudi, hanya dengan tiket juara dan runner-up kualifikasi putaran kedua ini.
Tak hanya dibutuhkan kesolidan dalam bermain tetapi juga fokus tinggi guna meraih hasil maksimal di babak ini.
(Eko)
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan
-
KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP