Suara.com - Jakarta, Ketua MPR RI Sidarto Danusoebroto mengaku baru mendengar kebijakan pemberian grasi kepada terpidana narkoba dari Australia, Schapelle Leigh Corby, menuai kritik anggota DPR RI.
"Itu kewenangan presiden. Meskipun saya baru dengar ada terpidana dapat grasi lima tahun," kata Sidarto Danusoebroto usai diskusi mengenai Penguatan MPR di gedung Nusantara V, Senayan, Jakarta, Senin (10/2/2014).
Sebelumnya, Komisi III DPR RI dalam Rapat Kerja DPR dengan Kementerian Hukum dan HAM Amir Syamsudin dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di gedung Nusantara II, Senayan, melayangkan surat keberatan atas pemberian bebas bersyarat kepada Corby. Corby seharusnya dihukum berat sebagai upaya memberikan efek jera dan membuat upaya Indonesia bebas narkoba menjadi efektif.
"Ini bertentangan dengan rencana dan amanat presiden agar Indonesia bebas dari narkoba. Kami minta surat keberatan yang akan kami serahkan ini disampaikan kepada presiden," kata Taslim sebelum memberikan surat tersebut di penghujung rapat yang membahas rancangan aturan kerjasama timbal balik Indonesia dan luar negeri dalam masalah tindak pidana.
Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin pun menanggapinya dengan penjelasan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai wujud dan komitmen Indonesia sebagai negara hukum.
"Pemberian bebas bersyarat itu, bukanlah atas dasar belas kasihan. Tapi karena ketentuan hukum yang harus kita ikuti dan jalankan. Sebab Indonesia adalah negara hukum," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi