Suara.com - Garuda Indonesia tidak melakukan penerbangan rute Jakarta-Jambi pada Kamis pagi akibat kabut asap pekat yang melanda Kota Jambi sehingga jarak pandang hanya sekitar 800 meter.
"Pagi hari ini pesawat Garuda dari Jakarta tujuan Jambi memang tidak diberangkatkan oleh maskapai penerbangan itu karena kabut asap yang semakin pekat terjadi di Jambi," kata Manajer Operasi Angkasa Pura II Sultan Thaha, Alzog P Budhi di Jambi, Kamis (6/3/2014).
Sebelumnya pada Rabu (5/3/2014) pesawat Garuda rute Jakarta-Jambi tidak bisa mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi dan harus mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badarudin II di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan karena kabut asap pekat di Jambi.
Semestinya pesawat Garuda Indonesia mendarat di Jambi pukul 07.00 WIB tetapi karena kabut asap melanda maka pesawat tidak diberangkatkan dan akan diterbangkan menunggu kondisi di Bandara Sultan Thaha Jambi bisa didarati pesawat kembali.
Sampai dengan pukul 08.30 WIB, jarak pandang masih kurang dari satu kilometer namun pengelola Bandara Sultan Thaha Jambi tidak menutup bandara.
"Hari ini Bandara Sultan Thaha Jambi tidak ditutup, namun masih menunggu perkembangan dari kabut asap dan mudah-mudahan menjelang siang hari jarak pandang sudah lebih dari dua km sehingga pesawat bisa mendarat," kata Azlog P Budhi.(Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
-
Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!
-
Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
-
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang