News / Nasional
Senin, 31 Maret 2014 | 12:21 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggang kuda saat kampanye di Stadion GBK. (Antara/Dhoni Setiawan)

Boleh khianat asal santun

Boleh ingkar janji asal santun

Boleh jual negeri asal santun

Boleh menyerahkan kedaulatan negara kepada asing asal santun

(Prabowo, 23 Maret 2014)

2. Sajak Fadli Zon berjudul ‘Sajak Seekor Ikan’

Sajak Prabowo rupanya tak cukup berhasil mencuri perhatian Jokowi dan orang-orang PDI Perjuangan karena mereka santai-santai saja menanggapinya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon kemudian meluncurkan sajak baru lagi pada Sabtu (29/3/2014).

Seekor ikan di akuarium

Kubeli dari tetangga sebelah

Warnanya merah

Kerempeng dan lincah

Setiap hari berenang menari

Menyusuri taman air yang asri

Menggoda dari balik kaca

Menarik perhatian siapa saja

Seekor ikan di akuarium

Melompat ke sungai

bergumul di air deras

Terbawa ke laut lepas

Di sana ia bertemu ikan hiu, paus dan gurita

Menjadi santapan ringan penguasa samudera

(Fadli Zon, 29 Maret 2014)

3. Sajak Fahmi Habsyi berjudul ‘Pemimpin Tanpa Kuda’

Politisi muda PDI Perjuangan yang pernah menjadi inisiator relawan Pro Joko Widodo (Jokowi), Fahmi Habsyi, rupanya tertarik untuk merespon sajak di atas. Namun, ia tak emosional. Ia hanya menanggapinya secara dialektika.

Sajak yang dibuat Fahmi menjelaskan tentang model pemimpin yang saat ini dibutuhkan masyarakat ialah pemimpin yang tidak membangun jarak dengan rakyatnya. Makanya, ia memberi judul ‘Pemimpin Tanpa Kuda.’

Masa kompeni telah berlalu lama

Tak ada jarak rakyat dan centeng

Masa perang telah berganti damai

Tak ada jarak prajurit dan panglima

Masa gagah-gagahan telah tak laku

Tak ada jarak manusia dan manusia

Kejantanan telah berubah

Tak ada amarah di punggung kuda

Bung Karno blusuk Cipagalo beralas nestapa

Temukan Marhaen tanpa asa

Pemimpin tak perlu kuda

Rakyat tak suka gaya

Cukup Tuhan Punya Kuasa

(Fahmi Habsyi, Cianjur 30 Maret 2014)

Load More