Suara.com - Pengalihan KA lintas selatan ke jalur utara melalui Kroya-Purwokerto-Cirebon-Cikampek masih akan berlangsung hingga Senin (7/4) malam.
Hal itu akibat proses evakuasi lokomotif dan perbaikan infrastruktur jalur kereta di lokasi kecelakaan di kawasan Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (4/4/2014) lalu.
"Hal ini dilakukan hingga selesainya proses evakuasi sarana dan perbaikan infrastruktur di lokasi kecelakaan KA Malabar, KM 244+0/1 antara Stasiun Cirahayu dan Stasiun Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat," kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 5 Purwokerto Surono di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2104).
Surono menambahkan, seluruh perjalanan KA lintas selatan dari dan menuju Bandung yang melalui Tasikmalaya masih akan dialihkan lewat Kroya-Purwokerto-Cirebon-Cikampek-Bandung dan sebaliknya hingga Senin (7/4) malam.
Sejak kecelakaan KA Malabar, setiap harinya terdapat sebanyak 24 perjalanan KA lintas selatan (Kroya-Tasikmalaya-Bandung) dialihkan melalui jalur utara.
"Peningkatan frekuensi KA di lintas sepanjang 158 kilometer ini berimbas pada terjadinya kelambatan KA-KA di lintas tersebut rata-rata sekitar 30 menit hingga satu jam," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Evakuasi Lokomotif Ditunda, PTKAI Terjunkan 2 "Crane"
-
Sebab Tanah Bantalan Rel Longsor sehingga KA Malabar Anjlok
-
Jalur Belum Normal, PT KAI Kerahkan Bus untuk Angkut Penumpang
-
KA Malabar Anjlok, Kereta Lintas Selatan Masih Memutar Lewat Utara
-
Penumpang KA Malabar Terhimpit, Proses Evakuasi Butuh Alat Tambahan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik