Suara.com - Mantap pebalap Formula Satu, Michael Schumacher mulai memperlihatkan tanda-tanda kecil dalam proses pemulihan pasca kecelakaan yang dialaminya saat tengah bermain olah raga ski, akhir tahun lalu. Hal itu diungkapkan juru bicara Michael Schumacher, Sabine Kehm.
“Ada saat-saat di mana dia sadar dan memperlihatkan tanda kecil kemajuan. Ada saat di mana dia bangun da nada saat dia sadar. Saya bukan dokter tetapi secara medis ada perbedaan antara bangun dan sadar. Kalau sadar artinya ada kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” kata Kehm.
Kehm tidak mau merinci kondisi kesehatan Schumacher dengan alasan untuk menghormati keluarganya. “Kami semua tidak ada keraguan sama sekali terhadap kemampuan tim dokter yang menangani Michael. Mereka semua ahli di dalam bidangnya,” tegas Kehm.
Dokter memaksa Schumacher dalam kondisi koma agar otaknya tidak terlalu berat bekerja, setelah kecelakaan yang dialami juara enam kali Formula 1 di resor Meribel, Prancis ketika tengah melakukan olah raga ski pada 29 Desember 2013.
Kehm mengatakan, Schumacher akan “dibangunkan” dari koma, namun tidak tahu berapa lama proses itu berlangsung. Ia mengungkapkan, apabila Schumacher dipindahkan ke klinik rehabilitasi dalam memulai proses pemulihan panjang untuk belajar bicara dan berjalan, maka kondisi kesehatannya akan menjadi rahasia dan tidak akan ada lagi informasi yang diberikan. (Dailymail)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan
-
Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo, Pesertanya Ada yang Dibayar Rp 200 Ribu
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf