Suara.com - Tersangka pelaku sodomi terhadap M (6),murid sekolah Taman Kanak-kanak(TK) JIS di Pondok Indah diduga mempunyai kelainan psikis.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, di Polda Metro Jaya, Selasa (15/4/2014), mengungkapkan bahwa para pelaku juga sengaja mengincar korban.
"Tersangka pelaku sodomi ini punya kelainan psikis, karena mereka sudah lama mengincar korban yang ingin mereka perdayakan," kata Rikwanto.
Kini polisi baru berhasil menangkap dua tersangka pelaku sodomi yang diduga berkomplot untuk melecehkan bahkan memperkosa korbannya di toilet sekolah.
Kedua tersangka bernama Agung dan Awan. Sedangkan satu tersangka lagi seorang perempuan bernama Afriska belum ditahan polisi karena berkasnya belum lengkap.
Afriska ikut terseret karena diduga membiarkan dua tersangka lainnya melakukan aksi pencabulan terhadap bocah berusia lima tahun itu.
“Satu tersangka lagi (Afriska) belum ditahan, namun sudah ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga melakukan pembiaran,” kata Rikwanto.
Kasus sodomi ini terjadi pada 20 Maret 2014. Bocah malang itu disodomi oleh dua tersangka di dalam toilet sekolah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis