Suara.com - Kapolresta Pekanbaru, Provinsi Riau, Kombes Pol. Robert Harianto Watratan memerintahkan anggotanya untuk menembak di tempat pelaku perampokan bersenjata api yang melawan petugas. Pernyataan ini menanggapi kasus perampokan toko mas yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Kalau melawan dan pelakunya bersenjata api, tidak ada pilihan selain tembak di tempat," ujar Robert kepada pers di Pekanbaru, Senin (28/4/2014).
Sebelumnya, kawanan perampok beraksi saat aparat kepolisian sibuk mengawal jalannya Rapat Pleno Penghitungan Suara Pemilu Legislatif 9 April 2014 di Pekanbaru, Minggu (20/4/2014).
Informasi sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa perampokan di Toko Emas Mulia di Jalan Sudirman, Pekanbaru itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
Saksi mengatakan, pelaku diperkirakan berjumlah lima orang dan beberapa di antaranya membawa senjata api untuk mengancam korban.
Aparat Polres Kota Pekanbaru telah mengamankan empat unit alat perekam kamera pemantau (cctv) terkait peristiwa perampokan 3 kilogram emas dan uang Rp500 juta dari toko tersebut.
"Selain itu, kami juga telah mengamankan beberapa alat bukti lainnya," kata Kapolresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria.
Selain itu, polisi sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk satu pemilik toko emas tersebut.
"Total saksi yang telah dimintai keterangan sebanyak lima orang. Empat lainnya dari pihak masyarakat yang dianggap saksi mata. Karena waktu kejadian, mereka berada di lokasi sekitar," jelasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran