Suara.com - Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan baju model kotak-kotak barunya. Baju yang dia kenakan kali ini mirip dengan baju kotak-kotak yang menjadi simbolnya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu.
"Nyoba saja, he he he, nyoba kotak-kotak baru," kata Jokowi di rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Kamis (1/5/2014).
Disinggung apakah ini adalah seragam yang akan dipakainya untuk berkampanye pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli nanti, Jokowi menerangkan dia sengaja memperkenalkan kemeja kotak-kotaknya ini supaya dikomentari.
"Nanti biar dikomentari, apa warnanya kurang, apa kotaknya kurang," paparnya.
Ada dua warna mencolok dari kemeja kotak-kotaknya kali ini, yakni merah dan abu-abu, seakan menyiratkan warna koalisi PDI Perjuangan dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
Disinggung kenapa hanya dua warna itu, dan tidak ada warna hijau dalam kemejanya, Jokowi hanya tertawa.
Jokowi memang sempat mengungkapkan ada dua partai berwarna hijau yang sebentar lagi merapat ke PDI Perjuangan, mereka adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Kan belum ha ha ha," jawab Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi
-
Lebih Efisien dari BBM, Seberapa Efektif Truk Listrik Kurangi Emisi?
-
Kejagung Buru Pihak Swasta Pemberi Fee Rp1,5 Miliar ke Ketua Ombudsman Hery Susanto