News / Nasional
Senin, 05 Mei 2014 | 12:50 WIB
Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Jumat (2/5/2014). [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Tjahjo Kumolo mengungkapkan pengurus partainya tengah menginventarisir bentuk serangan negatif untuk menjatuhkan nama baik calon presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejauh ini sudah 18 kasus yang tercatat.

"Kami inventarisir serangan negatif itu 18 poin, dari social media, dari media yang ada. Contoh kecil, menyangkut sara, 'oh pak Jokowi bukan muslim yang baik', 'isu mengenai guru', misalnya," kata Tjahjo di Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/5/2014) dini hari.

Menurut Tjahjo, serangan tersebut berbentuk isu yang tidak memiliki alat bukti.

Untuk merespon serangan secara membabi buta itu, PDI Perjuangan membentuk tim khusus. Tim ini bertugas untuk menangkis sekaligus memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa isu tersebut tidak betul.

"Ada (tim) pastinya dong. Namanya kampanye kan, ada tim medianya, tim medsosnya, tim debatnya, semua ada timnya," kata dia.

Selain tim yang khusus dibentuk secara resmi, PDI Perjuangan juga memiliki banyak relawan dari masyarakat yang turut berjuang.

"Sepanjang kita perlu, akan kita counter. Sepanjang masyarakat yang mengcounter, cukup masyarakat yang counter, tidak harus kita. Kita tidak mau terpancing emosi ya," katanya.

Load More