Suara.com - Para pejabat militer Australia, Cina, dan Malaysia bertekad tidak akan menghentikan pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang sejak hampir dua bulan silam. Kendati demikian, mereka masih kesulitan pendanaan untuk melanjutkan pencarian.
Sebuah fase pencarian baru sudah direncanakan dan diperkirakan bakal menelan dana 55,58 juta Dolar Amerika atau sekitar Rp641 miliar. Saat ini, sumber pembiayaan operasi fase kedua tersebut sedang dibicarakan.
Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss tampaknya akan mencoba menghubungi Boeing, produsen MH370 serta Rolls Royce, produsen mesin pesawat itu untuk meminta kontribusi dana.
"Mereka juga punya kepentingan untuk mencaritahu apa yang terjadi pada MH370 sehingga mereka yakin tentang kualitas produk mereka, atau mengambil langkah perbaikan jika ada bagian dari pesawat yang mengakibatkan kecelakaan tersebut," kata Truss.
Sementara itu, pemerintah Malaysia mengatakan, fokus pencarian selanjutnya adalah lokasi dasar Samudera Hindia seluas 60 ribu kilometer persegi. Menurut mereka, butuh waktu delapan bulan atau bahkan lebih untuk merampungkan pencarian.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjanji untuk melibatkan lebih banyak aset dalam pencarian. Namun, sumber lain di pemerintah hanya menjanjikan akan meminjamkan kapal selam tanpa awak Bluefin-21 untuk melakukan pencarian selama satu bulan lagi.
Terlepas dari itu, para pejabat dari negara-negara yang tergabung dalam pencarian akan menggelar pertemuan kembali di Canberra, pada hari Rabu (7/5/2014). Mereka akan membahas siapa yang bakal menanggung beban pendanaan atas pencarian lanjutan. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026