Suara.com - Pemerintah Kota Sukabumi akan mensterilkan lokasi tempat kejadian perkara (TKP) pelecehan seksual yakni bekas tempat wisata pemandian air panas Lio Santa di Kecamatan Citamiang, Sukabumi, Jawa Barat.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Sukabumi Kota untuk meratakan seluruh bangunan yang ada di bekas objek wisata pemandian air panas itu yang merupakan TKP pelecehan seksual yang dilakukan oleh AS alias Emon kepada puluhan anak," kata Wali Kota Sukabumi, M Muraz, Senin (5/5/2014).
Menurut Muraz, lokasi pemandian air panas itu akan ditutup agar tidak ada warga lagi yang datang ke lokasi. Bahkan pihaknya sudah menyediakan penjagaan agar tak ada yang bisa masuk ke lokasi.
Diakuinya, bekas objek wisata tersebut sering digunakan oleh warga dan anak-anak untuk berenang dan berendam, bahkan cukup banyak pasangan muda-mudi yang nongkrong di lokasi itu.
Namun, demikian rencananya objek pemandian air panas tersebut akan dipugar kembali untuk dijadikan tempat wisata yang nantinya akan dikelola oleh pihak swasta dan keuntungan dalam pengelolaan itu juga diharapkan bisa menjadi pemasukan untuk kas keuangan daerah.
"Sebenarnya sudah ada tiga insvestor yang menyatakan ingin mengelola dan membangun bekas tempat wisata Santa itu, tapi karena terhambat oleh pemilihan legislatif sehingga proses lelangnya menjadi terhambat," tambahnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan