Suara.com - Sebanyak tiga balita dan seorang remaja tewas, sementara 11 orang lainnya luka-luka dalam insiden tabrakan yang melibatkan sebuah truk molen dengan kendaraan jenis odong-odong di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (6/5/2014).
"Kejadiannya sekira pukul 15.00 WIB di Jalan Kawasan Industri Delta Silikon V depan PT Hankook, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Pusat. Korban tewas semuanya penumpang odong-odong," kata Kasubag Humas Polresta Bekasi, AKP Mukhson di Cikarang.
Menurut dia, kronologis kejadian bermula saat sebuah truk molen bernomor polisi B 9182 RG yang dikemudikan Sapendi menabrak bagian belakang sebuah sepeda motor Honda Vario F 2752 PY yang dikemudikan Suryana.
"Truk tersebut kemudian menghindar ke jalur kanan dan menabrak kendaraan odong-odong bernomor polisi T 1115 DL yang dikemudikan Udin dari arah berlawanan," katanya.
Akibatnya, sebanyak empat penumpang odong-odong yakni Siti Komariah (14), Ardi (3,5), Wafa (3), dan Wawa (3), tewas di tempat kejadian.
"Korban tewas didominasi balita yang menjadi penumpang odong-odong," katanya.
Kecelakaan itu juga melukai sedikitnya 11 warga yang berasal dari penumpang odong-odong dan pengendara sepeda motor.
"Jumlah seluruh penumpang 15 orang. Saat ini yang meninggal dunia berada di Rumah Sakit Permata Keluarga dan seorang lagi di RS Hosana Lippo Cikarang," imbuh Mukhson.
Mukhson menambahkan, semua korban adalah warga Perumahan Mega Regensi, Desa Sukaragam, Kecamatan Serangbaru. Dia menambahkan bahwa dua orang pengemudi mobil molen dan odong-odong serta kendaraannya sudah diamankan di Mapolresta Bekasi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan