Suara.com - Polda Metro Jaya akan kembali meminta foto murid-murid Taman Kanak-Kanak (TK) kepada Kepala Jakarta International School (JIS) Timothy Carr untuk kepentingan pengungkapan kasus kejahatan seksual.
Pasalnya, 80 foto yang beberapa waktu diserahkan pimpinan sekolah tersebut hanya berupa fotocopy sehingga tidak bisa digunakan penyidik untuk mendapatkan keterangan lebih dalam dari lima tersangka kasus sodomi yang telah ditahan.
"Nah, ini akan diminta kembali kepada pihak JIS lagi dan kita akan lakukan pemanggilan kembali kepada kepala sekolah untuk dapatkan foto tersebut, jadi kita harapkan pihak JIS memahami bahwa ini untuk kepentingan penyidikan dan bukan untuk publikasi dan bukan untuk digemborkan ke media," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Kamis (8/5/2014).
Rikwanto menjelaskan 80 fotocopy foto murid TK JIS yang sekarang ada di Polda Metro sejauh ini belum ditunjukkan kepada lima tersangka untuk memastikan apakah ada di antara anak itu yang pernah mereka kerjai. "Foto dan data yang ada kurang informatif untuk dikonfirmasikan kepada para tersangka," kata Rikwanto.
Rikwanto mengatakan penyidik membutuhkan foto berwarna dan lengkap dengan identitas anak untuk memudahkan pengungkapan kasus.
"Kalau tidak kooperatif terpaksa akan kami lakukan penyitaan," kata Rikwanto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M
-
Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan
-
Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol
-
Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh
-
Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone
-
KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
-
Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M
-
Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!
-
AI Ubah Cara Konsumen Cari Brand, Bisnis Dituntut Makin Adaptif