Suara.com - Paus Fransiskus mengatakan, jika di mahluk Planet Mars datang ke bumi di masa yang akan datang, mereka punya hak untuk dibaptis. Pernyataan itu disampaikan Bapak Suci dalam misa harian di Casa Santa Martha, Vatikan, hari Selasa (13/5/2014).
"Jika besok, misalnya, ada ekspedisi yang datang dari Mars, dan beberapa dari mereka mendatangi kita, ke sini... mahluk Mars, betul kan? Hijau, dengan hidung panjang dan telinga lebar, persis seperti yang digambarkan anak-anak... dan salah satunya berkata, "Saya ingin dibaptis! Apa yang terjadi kemudian?" kata Paus dalam misa tersebut.
Jawabannya, menurut Paus, adalah bahwa gereja tidak boleh menutup pintu bagi siapapun, termasuk para mahluk Mars itu. Mereka harus direngkuh, sama seperti yang lain.
Memang, pernyataan Sri Paus terdengar seperti setengah bercanda. Namun, jika ditelaah lebih dalam, pernyataan itu memiliki pesan mendalam, bahwa setiap orang, siapapun itu berhak untuk dibaptis, jika mereka meminta.
Pesan semacam itu bukan pertama kalinya dilontarkan Sri Paus. Bapa Suci sudah pernah mengatakan bahwa sakramen baptis harus diberikan bagi anak-anak yang orangtuanya tidak menikah, meski selama ini hal semacam itu dianggap sebagai dosa oleh gereja.
Terlepas dari pernyataan Sri Paus, hipotesa mengenai alien bukan hal baru di Vatikan. Vatikan juga memiliki badan khusus yang membidangi astronomi. Pastor Jose Gabriel Funes, pemimpin Observatorium Vatikan mengatakan, jika mahluk luar angkasa benar-benar ada, mereka dianggap pula sebagai mahluk ciptaan Tuhan. (Telegraph)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan