Suara.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginginkan pembahasan mengenai pendamping bakal calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dibahas bersama peserta koalisi ini.
PKS sendiri punya tiga nama kadernya yang dianggap layak sebagai calon wakil presiden. Mereka adalah, Ahmad Heryawan, Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid.
"Sementara kita masih terus pemantapan dengan Gerindra. Untuk cawapres kita tetap mengusulkan dibahas bersama," kata Ketua DPP PKS Bidang Kehumasan Mardani Ali Sera saat dihubungi, Jakarta, Rabu (14/5/2014)
Dia mengatakan, koalisi yang sudah terbentuk, Gerindra-PKS-Partai Amanat Nasional (PAN)-Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memang dipimpin oleh Gerindra sebagai ketua koalisinya. PKS tentu akan berkomunikasi dengan Gerindra untuk mengusulkan nama cawapresnya tadi.
"Gerindra tetap yang terdepan, tapi komunikasi politik dengan yang lain tetap dibuka," tuturnya.
Untuk diketahui, PAN hari ini sudah mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo serta mengusulkan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa sebagai cawapresnya. Prabowo sendiri yang menerima dukungan ini menyebut, tawaran PAN akan dibawa ke dalam rapat peserta koalisi lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
Terkini
-
Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?
-
Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya
-
Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?
-
50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?
-
Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja
-
Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia
-
PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan
-
Khotbah Idulfitri Haedar Nashir: Peradaban Modern di Ambang Kehancuran Akibat Ulah 'Predator' Dunia
-
Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta Tak Pertajam Perbedaan Idulfitri, Imbau Tokoh Agama Jaga Kesejukan
-
Respons Dinamika Timur Tengah, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Strategis Penghematan Energi