Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan partainya tidak akan mengajukan calon wakil presiden (cawapres) kepada calon presiden (capres) Prabowo Subianto.
"PPP menyerahkan sepenuhnya soal cawapres kepada Prabowo," kata Romahurmuziy, Jumat (16/5/2014).
Romahurmuziy mengatakan PPP menyadari untuk urusan cawapres, Prabowo-lah yang mengetahui siapa yang paling layak mendampinginya.
"Beliau yang akan menjadi mitranya selama lima tahun, jadi beliaulah yang tahu," kata Romahurmuziy.
PPP merupakan partai pertama yang memberikan dukungan kepada Prabowo, calon presiden yang dari Partai Gerindra. Dukungan diberikan melalui rapat pimpinan nasional di Jakarta pada 10 - 12 Mei 2014.
Partai kedua yang resmi mengusung Prabowo menjadi capres adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Melalui rapat kerja nasional yang berlangsung pada Rabu (14/5/2014), partai yang dipimpin Hatta Rajasa ini memutuskan untuk bermitra dengan Partai Gerindra.
PAN mengajukan Hatta Rajasa menjadi kandidat wakil presiden mendampingi Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar MV Hondius di Atlantik, 3 Penumpang Dilaporkan Tewas
-
CSIS Soroti 5 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Dinilai Tanda Ketidakstabilan
-
Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?
-
Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata
-
KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA
-
Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos
-
AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan
-
Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap
-
Wakil Ketua Komisi X DPR Desak Presiden Prabowo Hapus Cluster Guru, Minta Status Disatukan Jadi PNS