Suara.com - Hasil pengujian yang dilakukan Kementerian Kesehatan Malaysia menunjukkan dua dari tiga sampel coklat Cadbury mengandung DNA babi (porcine).
Berdasar hasil pengujian tersebut, Kantor Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) mencabut sementara sertifikat halal kedua produk tersebut.
Direktur Kesehatan Datuk Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan kedua produk yang mengandung DNA babi tersebut adalah Cadbury Dairy Milk Hazelnut dan Cadbury Dairy Milk Roast Almond.
"Sehubungan itu pihak produsen yaitu Cadbury Confectionary Malaysia Sdn Bhd memberi jaminan akan menarik produk tersebut dari pasaran segera," katanya.
Ia mengatakan jika masyarakat menghadapi masalah bisa mengajukan keluhan kepada kementerian melalui laman Bagian Keselamatan dan Kualitas Makanan (BKKM).
Sementara itu Kepala Jakim Datuk Othman Mustapha mengatakan pihaknya telah mencabut sementara sertifikat halal bagi kedua produk itu.
Dalam laman Facebook Cadbury Dairy Milk, perusahaan itu dalam pernyataannya mengatakan telah menarik kedua produk itu dari pasaran dan menyatakan bahwa produk Cadbury lain tidak terpengaruh oleh pengujian itu.
"Kami memberi jaminan kepada pengguna bahwa semua coklat Cadbury yang diproduksi di Malaysia dinyatakan halal oleh Jakim, termasuk lokasi dan bahan mentah yang digunakan dalam produksi," demikian pernyataan Cadbury. (Antara)
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
-
Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi
-
Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi
-
Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak
-
Hasto Kristiyanto: Pancasila Merupakan Gugatan terhadap Imperialisme dan Kolonialisme
-
Kiamat, Langit Siang Mendadak Gelap! Kesaksian Warga Saat Badai Pasir Raksasa Menerjang
-
Analis: Presiden Prabowo Kini Terhimpit di Antara PDIP dan Jokowi