Suara.com - Hampir sejam, calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X, di kraton Yogyakarta, Senin (2/6/2014).
Dalam pertemuan ini, Jokowi meminta doa restu menjadi presiden untuk periode 2014-2019.
"Siang hari ini kami dan JK, silaturahmi ke Yogyakarta dalam rangka mohon doa restu kepada Sultan," kata Jokowi.
Alasan pertama, kata Jokowi, mereka berdua sangat menghormati Sultan, selain raja dan gubernur, Sultan adalah guru bangsa, kebudayaan dan multikultural.
Kedua, pertemuannya dengan Sultan untuk menyerap prinsip filosofi 'pemimpin yang harus hadir untuk rakyat dan menjadi sandaran bagi rakyat'.
"Itu ada di beliau, kami ikuti beliau," tutur Jokowi.
"Kemudian, beliau dalam perjalanannya juga menyerap prinsip memanusiakan manusia. Saya dan Pak JK mengikuti apa yang dikerjakan beliau," terang Gubernur DKI non aktif ini.
Selain gaya kepemimpinan, Jokowi-JK dan Sultan juga membicarakan masalah bangsa. Jokowi mengakui sejalan dengan pemikiran Sultan.
"Intinya, kami atas pikiran beliau kami sejalan, baik kemaritiman, baik ekonomi makrio-mikro, baik yang kaitan dengan TNI dan lain-lain, yang kami bicarakan," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
ICW: Vonis Rendah Pejabat BPK Tak Beri Efek Jera, Korupsi Terus Berulang
-
Warga Jakarta Bisa Masuk Gratis ke Ancol dan Ragunan, Cek Jadwal dan Caranya
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang