Suara.com - Seorang anggota polisi Briptu Hendrik Firmansyah (26) ditemukan tewas di hutan di kawasan Desa Hajak Kecamatan Teweh Baru di wilayah setempat.
Anggota Satuan Sabhara Polres Barito Utara itu ditemukan dengan posisi telentang dan hanya menggunakan celana dinas tidak memakai baju, Selasa (3/6/2014) sekitar pukul 07.30 WIB.
Sebelumnya melakukan tugas pengamanan bersama temannya di perusahaan tambang batu bara PT MSM subkontraktor PT Padang Anugrah di wilayah Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Briptu Hendrik sebelumnya dikabarkan menghilang selama tiga hari, sementara temannya sesama bertugas Briptu Kartiono sudah tidak melihat korban sejak Sabtu (31/5/2014) pagi.
Saat ditemukan, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda akibat tindak kekerasan ataupun perampokan. Tidak ada bekas luka ataupun memar di tubuh korban. Namun bagian perutnya tampak membesar.
Sementera di sekitar TKP ditemukan sendal dan juga pistol korban lengkap dengan pelurunya yang masih utuh.
Untuk memastikan penyebab kematian anggota Sabhara Polres Barito Utara tersebut, jenazah almarhum dibawa ke Rumah Sakti Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh untuk divisum.
Wakil Kepala Polres Barito Utara, Kompol Mardiono dikorfirmasi para wartawan mengatakan, pencarian korban mulai dilakukan pada Senin (2/6/2014) dengan menyisir tengah hutan tak jauh dari lokasi perusahaan PT MSM tempat korban melakukan pengamanan.
"Awalnya anggota kita melakukan penyisiran menemukan tas korban, kemudian disisir lagi sekitar jam 07.30 korban ditemukan pada jarak sekitar 300 meter dari Camp PT MSM," ujar Mardiono. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah