Suara.com - Guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan di tengah para pendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa maupun Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), polisi berjaga ketat di lokasi debat capres di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014).
Jelang dimulainya debat capres malam ini, aparat kepolisian tampak membuat barisan sepanjang kurang lebih 20 meter, sampai dengan titik pintu masuk Balai Sarbini, Jakarta Selatan. Sementara itu, suasana di halaman Balai Sarbini terasa terus memanas, di tengah pendukung dan simpatisan kedua pasangan yang saling meneriakkan yel-yel dan melontarkan argumen masing-masing.
Ratusan polisi tersebut tampak berjaga ketat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Posisi pendukung kedua pasangan pun tampak dipisahkan, di mana untuk pendukung Koalisi Merah Putih berada di sebelah kiri pintu masuk, sedangkan pendukung pasangan nomor urut 2 tampak berada di sebelah kanan pintu masuk.
Seperti diketahui, malam ini, Senin (9/6), pasangan capres dan cawapres akan saling beradu argumen dalam ajang debat resmi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Debat ini merupakan yang pertama kalinya dari lima agenda debat menjelang pemungutan suara Pilpres 9 Juli, dengan tema debat perdana adalah "Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Bersih, dan Kepastian Hukum".
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU
-
Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!
-
Nama Dedi Congor Muncul di Sidang, KPK Telusuri Aliran Dana Rp30 Miliar dari Bos Blueray Cargo