Suara.com - Banjir yang melanda ibu kota Paraguay, Asuncion membuat 150 ribu warga terpaksa mengungsi. Banjir terjadi setelah kota itu dilanda hujan deras dalam beberapa hari terakhir.
Akibatnya, air sungai Parana meluap dan membuat banjir menerjang ibu kota Paraguay itu. Sekitar 30 ribu keluarga mengungsi di tempat penampungan.
Presiden Paraguay, Horacio Cartes sudah mengunjungi warga korban banjir yang ditampung di salah satu fasilitas militer. Horacio juga meminta bantuan dari dunia internasional untuk korban banjir.
Direktur Badan Darurat Nasional Joaquin Roa mengatakan, Presiden Cartes sudah menyiapkan dana untuk membantu proses evakuasi di sebagian daerah terpencil di kota Parana.
“Air datang dengan cepat. Kami tidak punya waktu untuk melakukan apa-apa atau mengambil barang,” kata Ana de Martinez, salah satu warga yang tinggal di wilayah miskin dengan nama Banado Sur. Wilayah tempat Ana tinggal sudah berubah menjadi lautan air.
Kata Ana, sejumlah tetangganya tidak ingin tinggal di tempat penampungan karena takut barang-barang yang mereka tinggal di rumah dicuri. (AFP/CNA)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk