Suara.com - Calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) mengatakan waktu yang diberikan dalam acara debat capres tidak cukup untuk menyampaikan gagasan dan untuk merespon jawaban yang kurang memuaskan.
"Hanya waktunya kan dua menit, tiga menit, kan mepet sekali, sehingga tidak bisa menjelaskan secara detil, secara jelas, karena waktunya mepet. Jadi di situlah keterbatasannya ada di situ," kata Jokowi, usai debat bersama capres Prabowo Subianto, di Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu Malam (22/6/2014).
Dia pun enggan menilai dirinya sendiri atas debat kali ini. Meskipun, Jokowi beberapa kali terlihat terbata-bata dalam menyampaikan jawabannya.
"Tanya masyarakat, jangan kita yang disuruh menilai, masyarakat yang menilai," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, apa yang disampaikannya memang telah disiapkannya. Jadi, jawabannya berdasarkan data yang dia miliki.
"Apa yang sudah kita rancang, itu yang kita sampaikan," tuturnya.
Debat calon presiden (capres) tahap ketiga kali ini bertema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional itu dipandu oleh akademisi dari Universitas Indonesia, Profesor Hikmahanto Juwana.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek
-
Banjir Jakarta Mulai Surut, BPBD Sebut Sisa Genangan di 3 RT
-
Petinggi PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Haji Usai Diperiksa KPK